Safety Driving

    Bahaya '3M' Selama Mengemudi di Musim Hujan

    Ekawan Raharja - 13 Januari 2021 16:00 WIB
    Bahaya '3M' Selama Mengemudi di Musim Hujan
    Jangan lupakan 3M ketika mengemudi di cuaca hujan. IC
    Jakarta: Mengemudi mobil di tengah guyuran hujan menghadirkan banyak risiko yang bisa menimpa sewaktu-waktu. Apabila tidak diantisipasi dengan baik maka bisa menyebabkan kecelakaan yang membahayakan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
     
    Resiko berkendara yang dihadapi saat mengemudi di musim hujan mulai dari jarak pandang yang terbatas sampai jalanan yang semakin licin karena traksi ban dengan aspal berkurang.
     
    Sebagai komunitas mobil, Innova Community terus berupaya mengkampanyekan gerakan keselamatan, termasuk diantaranya berkendara dalam kondisi hujan. Menurut mereka ada 3M yang harus diperhatikan.
     

    1. Mengabaikan Kondisi Ban

    Ban merupakan faktor penting dalam kendaraan. Banyak pemilik mobil kurang memperhatikan dan tidak mengenali tipe ban yang digunakan, terutama saat kondisi hujan seperti ini.
     
    Seperti diutarakan oleh Deputy Head of OE PT Bridgestone Tire Indonesia, Fisa Rizqiano, saat acara di Sekolah Kaki Kanan Innova Community SKS 5 bersama Bridgestone. Menurutnya, kondisi ban harus diperiksa secara rutin. Pastikan telapak ban cukup tebal dan terpompa dengan tekanan angin yang sesuai standar pabrikan.
     
    “Agar ban bisa bekerja secara maksimal pada permukaan jalan yang basah, licin atau tergenang air,” jelasnya Fiza melalui keterangan resminya.
     
    Selain itu, kenali juga tipe ban yang digunakan seperti AT, MT, HT atau ban semi slick. Sebab tiap ban punya daya cengkram berbeda di jalan yang berbeda. Tak hanya itu, ban juga punya batasan kecepatan maksimum yang bisa dilihat dari kode ban yang tercetak di samping ban.
     
    Bagi Anda yang kurang mengerti mengenai kondisi ban, bisa mengunjungi bengkel mobil yang sudah memiliki peralatan memadai untuk melakukan pengecekan sekaligus spooring dan balancing.
     

    2. Menyetir Dengan Agresif

    Banyak kecelakaan disebabkan menyetir dengan agresif saat kecepatan tinggi. Menurut konsultan safety driving dari Real Driving Course, Marcell Kurniawan, saat mengebut membuat traksi ban dengan jalan yang licin berkurang.
     
    “Atau traksi (ban) bisa hilang sama sekali, sehingga menyebabkan efek aquaplanning dan mobil bisa oversteer atau understeer tidak terkendali,” tambahnya.
     

    3. Menyalakan Lampu Hazard

    Masih banyak pengendara mobil menyalakan lampu hazard saat berkendara dalam hujan, khususnya kala melaju di jalan tol. Padahal dengan mengaktifkan lampu itu malah membahayakan pengendara lain.
     
    Sebab, saat akan maneuver ke kiri atau kanan, pengendara lain tidak akan bisa melihat sein dari kendaraan di depannya, sehingga risiko tabrakan bisa saja terjadi. Sebagai gantinya, cukup nyalakan foglamp dan lampu kecil saja.
     
    Terakhir, apabila kondisi jalan tidak memungkinan, seperti hujan sangat lebat atau jalan banjir, ada baiknya tidak memaksakan untuk meneruskan berkendara.

    (ERA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id