Safety Riding

    Teknik Pengereman Sepeda Motor saat Keadaan Darurat

    M. Bagus Rachmanto - 04 Juli 2020 10:25 WIB
    Teknik Pengereman Sepeda Motor saat Keadaan Darurat
    Jangan asal rem, sesuaikan dengan kecepatan sepeda motor Anda. Medcom.id/Ahmad Garuda
    Jakarta: Sepeda motor masih menjadi kendaraan favorit masyarakat, terutama untuk mereka yang tinggal di wilayah perkotaan. Irit dan lincah bermanuver di tengah kepadatan lalu lintas ibukota membuatnya kian diminati oleh banyak masyarakat.
     
    Masalahnya tak sedikit pengemudi motor yang belum paham tentang teknik pengeraman yang benar. Meski terlihat sepele, teknik pengereman yang kurang tepat atau salah bisa membahayakan diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.
     
    Chief Instructor dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), Jusri Pulubuhu menjelaskan, cara melakukan pengereman kendaraan bermotor roda dua. Saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Ia menjelaskan bahwa saat pengereman juga perlu memperhatikan kecepatan tunggangan Anda.

    "Saat melakukan pengereman, jangan sembarangan menggunakan rem. Dianalisa dulu kecepatan dan kondisi sekitar," papar Jusri.

    Pria yang sudah lama malang-melintang di dunia safety riding dan safety driving tersebut menjelaskan, saat motor melaju dibawah 30 km per jam jangan gunakan rem depan, cukup dengan rem belakang saja. Menggunakan rem depan saat kecepatan rendah malah berbahya, karena bisa membuat roda mengunci dan setang berbelok.
     
    Kemudian saat motor melaju pada kecepatan 30 hingga 80 km per jam, penggunaan rem dikombinasikan antara rem belakang dan rem depan. Dan jika kecepatannya lebih dari 8o km perjam, sebaiknya penggunan rem depan hanya untuk mengurangi laju kecepatannya.

    Lalu bagaimana jika pengendara di depan mengerem secara mendadak, sementara yang Anda kendarai sedang melaju kencang. Mau tidak mau harus melakukan hard brake. Kalau teknik atau caranya benar tidak jadi soal. Yang bahaya adalah saat melakukan hard brake dalam keadaan panik. Berikut teknik pengereman dan sikap ketika Anda harus melakukan hard brake. 

    1. Coba untuk tidak panik dengan memperhatikan kondisi sekitar dan posisikan motor dalam keadaan lurus, agar menghindari risiko ban selip dan pengereman maksimal. 

    2. Penggunaan rem dikombinasikan antara rem belakang dan rem depan. 

    3. Pindahkan bobot kendaraan ke belakang dengan menggeser posisi duduk Anda, sembari menggenggam kuat setang agar tetap seimbang dan tidak tergelincir.

    4. Jangan panik ketika roda belakang terkunci, biarkan saja. Biasanya dalam situasi panik, pengendara akan melepaskan rem agar roda belakang tidak terkunci bersamaan dengan melepaskan tuas rem depan. 

    5. Jika motor Anda manual manfaatkan engine brake dengan dengan menurunkan gigi rendah. Tapi jika motor Anda matic, optimalkan teknik pengereman kombinasi rem depan dan belakang.


    (UDA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id