Nekat Terobos Banjir Pakai Motor? Ini Risikonya

    M. Bagus Rachmanto - 05 Januari 2020 12:15 WIB
    Nekat Terobos Banjir Pakai Motor? Ini Risikonya
    Beberap hal mesti diperhatikan ketika sepeda motor hendak menerobos banjir. Dok. MI
    Jakarta: Ketika musim hujan tiba, buat pengendara sepeda motor baiknya jangan memaksakan untuk melewati genangan air atau juga banjir dengan sepeda motor. Sepeda motor bukanlah kendaraan yang diciptakan untuk melewati air. Kemudian risiko kecelakaan pun juga semakin besar karena jalanan tertutup oleh air.

    Namun, kenyataannya tak sedikit bikers yang nekat menerobos banjir atau genangan air. Alhasil, kerap ditemui sepeda motor mereka mogok akibat terendam air.

    "Kita tidak tahu bagaimana dengan kondisi jalan. Bisa saja ada lubang dalam dan kita tidak tahu, ketika masuk dan bisa menyebabkan terjatuh," ujar Yosie, mekanik sekaligus pemilik bengkel motor Bangbrand yang praktek di Bekasi Timur, Jawa Barat, saat bincang santai dengan Medcom.id di bengkelnya, beberapa waktu lalu.

    Menurut Yosie, ada tiga penyebab motor mati dan mogok akibat menerobos banjir. “Pertama ialah cop busi atau biasa disebut cangklong busi kemasukan air. Komponen ini biasanya sudah tidak layak atau aus dan tidak kedap air. Alhasil ada kebocoran setrum dari koil. Jadi jika terkena cipratan akan mati."

    “Kedua ialah karburator atau injeksi kemasukan air. Kondisi ini memastikan mesin motor bakal langsung mati. Kemudian yang ketiga adalah filter udara yang terkena air. Ini mengakibatkan sistem penyaringan udara ke karburator atau injeksi jadi terganggu. Motor jenis matic dan bebek sangat berisiko untuk menerobos ketinggian air 50 sentimeter,” tambah Yosie.

    Jikalau terpaksa untuk melewati genangan air, ada baiknya memperhatikan beberapa hal. Terutama memperkirakan ketinggian air. Bikers disarankan agar tidak melewati ketinggian air 30 cm. Jika melebihi ketinggian tersebut berpotensi membuat motor Anda mengalami mati mesin di jalan.

    "Perhatian tinggi air, jika tinggi air tidak melebihi as roda berarti masih aman," sambungnya.
     
    Selain itu pengendara juga harus menjaga kecepatan secara konstan dan perjalan ketika menerjang banjir. Teknik ini dilakukan supaya cipratan air tidak masuk ke dalam mesin.
     
    "Diperhatikan dimana katup hisap udara. Kalau air sampai masuk ke dalam, bisa terjadi water hammer dan mesin bisa pecah," pungkasnya.
     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id