Safety Riding

    6 Komponen Ini Wajb Cek Berkala Sebelum Touring

    M. Bagus Rachmanto - 09 Agustus 2020 17:53 WIB
    6 Komponen Ini Wajb Cek Berkala Sebelum Touring
    Perhatikan kondisi sepeda motor sebelum turing. Suzuki
    Jakarta: Tak jarang komunitas biker melakukan turing sepeda motor bersama rekan. Bagi pecinta sepeda motor, turing merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan untuk melepas penat dari rutinitas sehari-sehari, dengan cara menelusuri destinasi tertentu yang diinginkan.

    Tidak hanya periapan diri, menjaga kondisi tunggangan tetap primas jadi hal utama saat ingin melakukan turing jarak jauh, supaya nantinya tidak menyusahkan Anda di jalan. Berikut komponen sepeda motor yang wajib dicek sebelum turing, menurut laman Suzuki.

    1.Radiator
    Untuk menjaga suhu mesin tetap optimal di kisaran 89-90° C, maka butuh radiator yang prima. Termasuk komponen thermostat yang mengatur sirkulasi air radiator.

    2.Aki
    Komponen vital pada sepeda motor yang satu ini harus diperhatikan tegangannya. Pada kondisi normal, tegangan aki berkisar 12,3 sampai dengan 12,6 Volt.

    3.Lampu atau Sistem Penerangan
    Pastikan headlamp, stoplamp, klakson dan sein dalam kondisi berfungsi baik, agar tetap aman dan nyaman selama berkendara.

    4.Busi
    Idealnya, busi diganti tiap menempuk jarak 7.500 km untuk motor standar. Namun, Anda juga perlu cek kondisi busi sebelum turing agar terhindar dari mogok.

    5.Sistem Rem
    Ceklah kondisi kampas rem, minyak rem dan caliper dan pastikan semua dalam kondisi baik agar riding lebih aman.

    6.Komstir
    Jika Anda merasa ada oblak atau komstir kurang nyaman, lakukanlan penggantian bearing komstir dan menyetelnya sesuai kenyamanan.

    Jika ingin melakukan konvoi disarankan membuat formasi zig-zag, hal ini dimaksudkan apabila terjadi pengereman mendadak akan memberikan jarak aman bagi sepeda motor di belakangnya.

    Selain itu, panjang konvoi disarankan tidak lebih dari 10 sepeda motor, dan jika ingin konvoi lebih dari 10 motor maka harus dilepas setiap 10-15 menit per rombongan. Teknik seperti ini biasa dilakukan untuk menghindari kemacetan dan menghindari kepadatan lalu lintas, serta mempermudah koordinasi.
     
    Ini juga menjadi cara yang tepat untuk membuat konvoi sepeda motor tidak merugikan orang lain. Mengingat jika ekor konvoi terlalu panjang, bakal membuat penumpukan di sejumlah titik persimpangan. Lalu dari sisi koordinasi juga akan terasa menyulitkan.

    Dalam berkonvoi hendaknya menggunakan perlengkapan berkendara yang aman, termasuk memakai sepatu yang tingginya di atas mata kaki, hingga sarung tangan yang menutup hingga pergelangan.

    Hal lain yang disarankan adalah fokus dan tetap memberikan sandi-sandi aman berkendara di jalan raya. Ini berfungsi agar anggota konvoi bisa menghindari jalan rusak atau mengarah di jalur yang benar.

    (UDA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id