Tips Knowledge

    Cegah Air Intake 'Tersedak', Jaga Kecepatan Mobil saat Menerobos Banjir

    M. Bagus Rachmanto - 26 Februari 2020 09:01 WIB
    Cegah Air Intake 'Tersedak', Jaga Kecepatan Mobil saat Menerobos Banjir
    Ketahui posisi air intakemobil dan jaga kecepatan ketika menerobos banjir. Businessinsider
    Jakarta: Terjebak di antara jalur-jalur padat dan genangan air alias banjir, memang sangat tidak menyenangkan. Namun sebagian orang malah nekat menerobos, dengan anggapan bahwa ketinggian airnya paling hanya sekitar 20-30 cm.
     
    Memang biasanya banyak yang lolos namun tak sedikit juga yang mengalami mogok alias macet karena mesin kemasukan air. Kalau sudah begitu tentunya penting untuk melihat potensi sejauh mana kendaraan kita bisa melibas banjir. Kemudian trik untuk melakukannya seperti apa.
     
    Nah, praktisi safety driving dan juga pereli nasional yang sudah berkiprah di ajang dunia yaitu Rifat Sungkar, kali ini memberikan tips cara yang benar dan kebanyakan orang tidak tahu. Yaitu tentang cara melintas di zona genangan air yang tinggi.

    "Banyak yang bilang, kalau lewatin banjir RPM harus di jaga, agar air tak masuk lewat knalpot. Sebenarnya ini anggapan yang salah, karena kemungkinan air masuk knalpot cukup kecil untuk mobil-mobil modern. Kalaupun ada gejala masuk, maka RPM akan otomatis menyesuaikan. Tapi yang perlu diketahui adalah air intake mobil posisinya di sebelah mana?" jelas Rifat.
     
    Ia menganalogikan bahwa air intake itu fungsinya seperti hidung pada manusia. Selama hidung ini tidak terendam, maka saluran pembuangan terendam pun tidak masalah.
     
    "Makanya penting untuk tahu posisi air intake ini di mana. Setiap mobil punya posisi air intake berbeda-beda. Jika posisinya ada di bagian bawah misalnya, maka jangan coba-coba nekad lalui daerah banjir yang tingginya sekitar 30 cm atau setengah ban. Tapi kalau posisinya di atas, masih aman," ujarnya.
     
    Rifat melanjutkan, kalau sudah tahu posisi air intake cukup aman melewati genangan air, penting juga untuk menjaga kecepatan. "Melewati banjir itu tidak ada obatnya selain jalan pelan-pelan. Kalau kecepatan mobil sudah membuat air jadi bergelombang, kan potensi masuk ke air intake tetap ada. Jadi sebaiknya pelan-pelan saja."
     
    Lalu akibatnya apa kalau air sampai masuk ke air intake? pastinya akan membuat mesin tiba-tiba mati setelah sebelumnya terus memaksa piston untuk bekerja. Kondisi ini bakal membuat efek water hammer pada piston dan membuatnya jebol. Mengerikan!
     


    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id