Jangan Asal, Pasang Busi Baru dan Bekas Beda Perlakuan

    Ahmad Garuda - 13 Juni 2019 08:30 WIB
    Jangan Asal, Pasang Busi Baru dan Bekas Beda Perlakuan
    Memasang dan mengencangkan busi ada aturannya, tak boleh asal pasang. medcom.id/Ahmad Garuda
    Jakarta: Memasang busi ke lubangnya di mesin kendaraan, ternyata tak boleh sembarangan. Meski terlihat sepele, namun pemasangan ini punya tata cara tersendiri agar tak mengalami masalah di kemudian hari.

    Dituturkan Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Octoviano, bahwa pasang busi punya cara sendiri. Ini dilakukan untuk mencegah komponen tersebut terlalu kencang dan akhirnya retak atau patah di bagian insulator atau di ulir businya sendiri.

    "Pemasangan yang harus dipahami cukup mudah. Yaitu dengan cara memutar dahulu menggunakan tangan, kemudian setelah busi tak bisa diputar lagi, kencangkan dengan perkakas kunci pengencang busi. Untuk busi baru, putarannya sekitar 180 derajat hingga 240 derajat. Sementara untuk busi yang sudah digunakan sebelumnya dan ingin dipakai lagi, cukup dengan 30 derajat saja atau seperduabelas putaran," ujar Diko.

    Jangan Asal, Pasang Busi Baru dan Bekas Beda Perlakuan

    Indikatornya pun cukup mudah dibaca antara busi baru dan busi bekas. Yaitu ring busi yang masih baru masih membulat (mengembang), sementara busi yang sudah pernah digunakan ring gasket-nya sudah pipih.

    "Itu juga yang membuat busi baru harus dikencangkan dengan sudut putaran yang lebih besar ketimbang busi bekas. Agar ringnya menjadi pipih dan menjaga busi bekerja optimal. Mengencangkannya bukan berdasarkan tenaga dan feeling."

    Lalu bagaimana efeknya jika asal memasang busi tanpa mengetahui sudut putarannya atau berdasarkan feeling kekencangan baut saja? Menurut Diko, risikonya bisa merusak mesin itu sendiri. Mengingat material mesin yang panas juga akan memuai dan jika tak ada ruang untuk pemuaian, bisa menyebabkan ulir busi atau ulir lubang busi di mesin berubah bentuk.

    Efek buruk lainnya adalah busi bisa patah saat akan dicabut. Kalau ini sampai terjadi maka itu akan jadi indikasi buruk untuk segera melakukan bubut ulang di bagian lubang busi. Efeknya tentu akan sangat merugikan.

    “Makanya penting untuk mengetahui dulu cara memperlakukan busi sebelum melakukan perawatan mesin. Padahal hal-hal seperti ini sebenarnya sepele, tapi kalau tak dilakukan dengan benar ya bisa merugikan.”

    Jadi jangan asal mengencangkan baut tanpa memahami seberapa kencang tekanan putaran yang diberikan.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id