Tips Perawatan AC

Sesuaikan AC dengan Kondisi Cuaca, Bisa Bikin Awet

Ekawan Raharja - 11 Januari 2019 12:21 wib
Sesuaikan suhu AC di mobil dengan kondisi di luar. Hyundai
Sesuaikan suhu AC di mobil dengan kondisi di luar. Hyundai

Jakarta: Buat semua orang, ketika menyalakan AC selalu menggunakan ukuran normal. Tujuan utama agar interior mobil menjadi cepat dingin dan akhirnya menggunakan takaran seperti itu akhir tujuan.

Padahal AC bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca di luar atau di sekitar. Misal kalau memang udara sedang panas maka boleh dimaksimalkan, sedangkan kalau dalam kondisi udara dingin bisa diturunkan suhunya, seperti dikutip dari laman resmi Hyundai.

Sebaiknya agar AC mobil awet dan tahan lama, sesuaikanlah ukuran atau suhu AC sesuai dengan kondisi di sekitar mobil. Langkah tersebut juga bisa membantu pengeluaran bahan bakar minyak (BBM) karena kerja kompresor AC yang lebih ringan.

Saat ini sudah banyak mobil yang menggunakan panel AC digital, untuk itu Anda akan semakin mudah mengatur suhu kabin karena sama seperti AC rumah bisa diatur kondisi dinginnya sesuai keinginan. Biasanya mulai dari 16 derajat sampai 25 atau 26 derajat.



Lain halnya jika panel AC mobil masih konvensional, yaitu hanya berupa tombol dengan petunjuk yang biasanya berwarna biru. Pengemudi atau penumpang harus menyesuaikan suhu kabin dengan memutar ke kiri atau ke kanan. Biasanya putaran paling kiri itu kurang dingin sampai paling kanan itu sangat dingin.  

Selain itu pengemudi juga wajib mengerti fungsi thermostat, yaitu alat untuk mengukur temperatur suhu. Jika dingin sudah mencapai titik tertentu yang kita atur maka thermostat akan menghentikan sementara kerja kompresor pada AC mobil. Fungsi thermostat sangat penting untuk mengatur kerja kompresor, karena jika gagal berfungsi maka kompresor akan jadi cepat rusak.

Selanjutnya, apabila Anda sedang melakukan perjalanan jauh dan berjam-jam berkendara, sebaiknya atur suhu temperatur AC mobil pada posisi separuh. Jangan di posisi maksimal, hal ini bertujuan agar kompresor tidak bekerja terus menerus dan istirahat sebentar.

Sebab jika kompresor bekerja terus menerus akan membuat suhu cepat dingin dan membuat evaporator beresiko untuk membeku. Sehingga malah dingin yang dihasilkan tidak maksimal, dan juga bisa memperpendek umur dari kompresor tersebut. Bisa dibilang ini adalah komponen paling vital pada AC mobil, dan juga paling mahal.


(UDA)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.