Trik Merawat Shockbreaker Motor agar Labih Awet

    M. Bagus Rachmanto - 22 November 2019 10:31 WIB
    Trik Merawat Shockbreaker Motor agar Labih Awet
    Adanya rembesan oli menendakan shockbreaker rusak. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
    Jakarta: Suspensi atau shockbreaker sepeda motor berfungsi meredam benturan atau hentakan. Terutama yang timbul saat kondisi permukaan jalan tidak rata atau ketika melewati jalan rusak.
     
    Menurut pemilik bengkel motor Bengbrand, Yosi, jika performa motor tidak stabil atau oleng, memang ditentukan banyak hal. Bukan hanya dari kondisi ban yang tak lagi presisi, atau pelek yang mulai miring-miring atau speleng tapi pertandanya juga bisa dari shockbreaker yang sudah rusak.
     
    "Periksa shockbreaker dan lihat apakah ada oli yang rembes di tabungnya. Kalau ada maka shockbreaker dipastikan bocor. Itu yang menyebabkan tekanannya tidak stabil atau tidak sama," papar Yosi, saat berbincang dengan Medcom.id di Bekasi, beberapa waktu lalu.

    Untuk mengatasi masalah tersebut Yosi membeberkan tipsnya, untuk motor bebek jika as sok tidak ada kerusakan atau baret, maka sil di dalam tabung masih bisa diganti. Tapi jika sil-nya sudah rusak maka harus diganti baru satu set.

    Sementara Untuk motor sport, jika as rusak maka masih bisa diperbaiki. Karena batang as di motor sport itu jauh lebih besar ketimbang motor bebek. "Untuk menghemat perbaikan, biasanya batang as di motor sport bisa diperbaiki," jelas Yosi.
     
    Meski begitu Yosi menyarakan, untuk mengatasi masalah tersebut secara permanan sebaiknya mengganti dengan yang baru, karena hasilnya akan lebih optimal dan awet, serta berpengaruh pada suspensi dan kestabilan.
     
    Namun perlu diketahui, meski punya masa pakai yang panjang shockbreaker punya satu 'musuh' yang mesti diwaspadai, yakni debu. Komponen ini cepat afkir karena debu jalanan. "Untuk suspensi perhatikan batang (as) yang tampil mengkilap, biasanya bagian itu paling bersih, sementara bagian lainnya kotor. Padahal debu itu menyelinap ke dalam sil sok karena tersapu sil saat naik-turun." 

    Lebih lanjut Yosi menerangkan, kalau shockbreaker depan relatif lebih perlu mendapat perawatan. "Karena harus ganti oli sok juga, lama-lama olinya bisa encer. Ganti tiap 15 ribu kilometer. Batang sok juga perlu dibersihkan. Sok belakang relatif lebih mudah perawatannya," pungkasnya.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id