Perawatan Kendaraan

    3 Langkah Perawatan Rutin Rem Cakram Sepeda Motor

    M. Bagus Rachmanto - 21 Februari 2020 15:00 WIB
    3 Langkah Perawatan Rutin Rem Cakram Sepeda Motor
    Jangan abai mengecek cakram sepeda motor secara rutin. Suzuki
    Jakarta: Saat ini mayoritas semua sepeda motor keluaran terbaru sudah dilengkapi peranti pengereman disk brake atau piringan cakram di bagian depan. Komponen pengereman yang satu ini punya beberapa keunggulan, tidak cuma dikenal memiliki daya melepas panas yang lebih baik dari rem tromol, komponen pengereman piringan cakram juga lebih pakem.
     
    Walaupun begitu, sama dengan peranti pengereman tromol, jika tidak dirawat, beberapa masalah pengereman, seperti tidak pakem juga bisa muncul. Karena itulah para pemilik sepeda motor yang sudah memakai rem cakram sangat disarankan untuk melakukan perawatan rutin peranti sistem pengereman tersebut.
     
    Apa saja langkah yang harus dilakukan? Berikut panduannya dikutip dari situs Resmi Suzuki.

    1. Rutin mengecek dan mengganti minyak rem
    Minyak rem sangat penting untuk kinerja rem cakram agar maksimal. Kinerja rem cakram sangat mengandalkan piston yang ada pada master rem.
     
    Master rem fungsinya menggerakan kaliper untuk mencengkeram piringan cakram, ketika pengendara motor menarik tuas rem. Soal lancar tidaknya piston dalam menjalankan fungsinya ini bergantung pada pompa hidrolik yang bekerja mengalirkan minyak rem.
     
    Kalau saluran minyak tersumbat karena minyak kotor atau minyak sudah terlalu encer karena tercemar oleh bakteri atau zat lain yang bersenyawa dengan minyak, maka kinerja piston pasti akan terganggu. Karena itulah, sangat disarankan untuk rutin mengecek dan mengganti minyak rem. Minimal setahun sekali diganti.
     
    2. Rutin membersihkan kaliper
    Rem cakram itu sifatnya terbuka. Padahal, di jalanan debu tanah serta kotoran banyak beterbangan dan berisiko menempel pada kanvas rem ataupun piston. Jika itu terjadi, maka kinerja dua komponen itu tidak akan maksimal kinerjanya.
     
    3. Cek dan pastikan kaliper masih dalam kondisi baik
    Kaliper memang jarang sekali rusak, tetapi tetap saja ada kemungkinan rusak karena pemasangannya yang kurang tepat atau posisinya goyah karena faktor-faktor tertentu. Kalau kondisinya goyang atau bergetar, peranti yang bertugas untuk mencengkeram piringan cakram ketika pengendara motor menarik tuas rem itu berisiko cepat aus karena bagian-bagian tertentu dari kaliper akan terus bergesekan dengan piringan cakram.
     
    Akibatnya ketika motor dipacu jalannya akan terasa seperti tersendat-sendat. Karena itulah, mengecek posisi kaliper secara rutin di bengkel resmi sangat disarankan.
     


    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id