Tips Knowledge

    Isi BBM Lebih Baik di Pagi Hari, Mitos atau Fakta?

    M. Bagus Rachmanto - 14 Februari 2020 14:58 WIB
    Isi BBM Lebih Baik di Pagi Hari, Mitos atau Fakta?
    Bahan bakar minyak punya sifat memuai di suhu panas. Antara
    Jakarta: Tahukah Anda bahwa mengisi bensin di pagi hari lebih baik ketimbang mengisi bensin pada siang hari. Pernyataan ini bukan hanya mitos belaka, tapi bisa dibuktikan dengan pengetahuan.
     
    Bahan bakar minyak (BBM) punya sifat mengembang saat temperatur yang hangat atau panas, dan akan semakin padat atau kental saat temperatur bersuhu dingin.
     
    Hal tersebut dialami semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) yang memiliki tangki penyimpanan di bawah tanah. Jadi jika Anda membeli BBM pada siang hari, volume yang diterima akan sedikit jika dibandingkan mengisi di pagi hari.

    Dalam bisnis perminyakan, gravity yang spesifik, temperatur bensin, diesel, bahan bakar pesawat jet, ethanol serta produk minyak lainnya punya peranan penting dan pertimbangan tersendiri.

    Sehingga perubahan satu derajat celsius saja akan sangat berpengaruh dalam bisnis ini. Tetapi pada kenyataannya SPBU tidak memberikan kompensasi atau sekedar memberikan wawasan kepada masyarakat tentang sifat minyak yang berpengaruh terhadap temperatur.
     
    "Bahan bakar itu punya sifat yang sangat sensitif pada temperatur cuaca. Memang bisa membuat kadarnya jadi terpengaruh, termasuk di SPBU. Tapi selama dalam kondisi yang bisa ditoleransi, ya tidak ada masalah," jelas Presiden Direktur TUV Rheinland Indonesia, Muhammad Bascharul Asana, lembaga lisensi independen yang juga ikut menguji kadar BBM di beberapa SPBU milik Pertamina, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
     
    Yang perlu dihindari adalah perilaku mencampur BBM (bahan bakar minyak) dengan oktan yang berbeda untuk mendapatkan performa lebih dari BBM dengan oktan lebih tinggi. Alih-alih menekan pengeluaran, ternyata salah-salah akan membuat mobil bermasalah dan membuat pengeluaran lebih banyak.
     
    Seperti dikutip dari situs resmi Hyundai, kenyataannya justru terbalik karena kandungan RON lebih tinggi malah hilang. BBM beda oktan tadi justru menjadikan kualitas bahan bakar menurun, harapan mendapatkan performa lebih pun urung terjadi karena pembakaran tidak sempurna.
     
    Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, maka mesin berpotensi mengalami knocking atau dikenal dengan istilah ngelitik. Itu terjadi karena adanya kerak di ruang bakar. Beruntung kendaraan modern dengan pengabutan bahan bakar injeksi telah dilengkapi sistem knocking sensor.
     
    Sistem ini dapat mendeteksi jika terdapat BBM di bawah rasio kompresi di bawah ketentuan sebuah kendaraan. Pembakaran prematur tadi membuat performa menjadi tidak sesuai. Dengan kata lain, tenaga mengalami penurunan dari seharusnya.
     
    Oleh karena itu, sebaiknya gunakanlah BBM sesuai rekomendasi pabrikan. Sebab pada dasarnya setiap mesin di desain untuk BBM dengan oktan tertentu. Ini bertujuan agar mesin bisa mendapatkan pembakaran maksimal yang berdampak positif pada performanya.
     
    Untuk mengetahui bahan bakar yang sesuai dengan mesin, sebaiknya membaca buku petunjuk kendaraan secara seksama. Selain itu di balik cover lobang bensin ditempel stiker mengenai standar BBM yang seharusnya digunakan.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id