Safety Driving

    Jangan Asal Pasang Sabuk Pengaman, Nyawa Taruhannya

    M. Bagus Rachmanto - 29 Januari 2020 13:09 WIB
    Jangan Asal Pasang Sabuk Pengaman, Nyawa Taruhannya
    Pasang sabuk pengaman dengan cara rendah rapat rata. Pioneer Press
    Jakarta: Penggunaan seat belt atau sabuk pengaman yang terpasang pada mobil masih banyak dianggap remeh oleh sebagian orang dalam berkendara, padahal fitur keselamtan ini punya peran penting untuk menahan tubuh jika terjadi benturan atau tabrakan. Tak heran jika mereka yang konsen safety, menyarankan penggunaan sea tbelt yang benar.
     
    Selain itu pengunaan seat belt untuk tujuan keselamatan telah diatur dalam UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di Pasal 106 ayat 6 yakni, ‘Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan’.
     
    Tetapi untuk mendapatkan hasil maksimal, pemasangan seat belt harus dilakukan dengan benar dan tidak asal terpasang. Menurut Chief of Trainer Rifat Drive Labs (RDL), Herry Wahyudi, pemasangan sealt belt yang benar harus dilakukan dengan cara 3 R (Rendah, Rapat, Rata).
     
    Rendah ialah dengan menyetel ukuran seat belt yang terdapat di pilar pintu serendah mungkin, agar sabuk menempel di pundak.
     
    Rapat ialah dengan merapatkan sabuk pengaman pada tubuh, ini bertujuan agar sabuk pengaman mengunci secara otomatis, dan tidak kendur jika terjadi benturan sehingga dapat menahan tubuh.
     
    Rata adalah dengan cara meratakan sabuk di bagian perut, letakan sabuk pengaman di bawah perut, jangan pas di perut, hal ini untuk mencegah perut tertekan saat terjadi benturan.
     
    “Pasang sabuk pengaman bagian atas harus seukuran dengan pundak tidak boleh lebih tinggi, ini untuk mencegah sabuk terkena leher, dan untuk bagian bawah posisikan di bawah perut, karena jika diletakkan pada bagian perut, apabila terjadi benturan perut akan tertekan dan bisa bahaya,” jelas Herry kepada Medcom.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Yang tak kalah penting adalah perawatan berkala safety belt agar saat digunakan dapat bekerja secara optimal. "Cara merawatnya bisa dengan menjaga kebersihannya, khususnya bagian inner seat belt karena dikhatirkan ada benda benda kecil seperti peniti yang dapat menyebabkan seat belt tersangkut."

    Ketika membersihkan bagian talinya sendiri, bisa dengan menggunakan cairan khusus pembersih jok dari bahan fabric, atau bisa juga dibersihkan dengan air sabun yang dibasuh dengan kain lap. Khusus untuk mobil tua yang seat belt-nya sudah mengeras, sebaiknya diganti dengan yang baru. Hindari membeli seat belt bekas, karena kita tidak pernah tahu bagaimana riwayat penggunaan oleh pemilik sebelumnya.

    Cara pakai atau perilaku dalam menggunakan seat belt dapat mempengaruhi kinerjanya. Salah satunya, mengembalikan ke posisi semula ketika sudah tidak digunakan.

    "Hal tersebut bisa terjadi karena menarik seat belt secara kasar atau terlalu cepat, dan tidak mengembalikannya seperti semula," kata Herry..

    Fitur yang ada dalam mobil Anda bukan sebagai pajangan atau penghias kendaraan belaka. Pergunakan sesuai peruntukan dan fungsinya, agar berkendara menjadi lebih aman.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id