Bus Terbakar? Mayoritas Karena Masalah Kelistrikan

    Ekawan Raharja - 18 Oktober 2019 13:18 WIB
    Bus Terbakar? Mayoritas Karena Masalah Kelistrikan
    Korsleting biasanya menjadi penyabab utama bus terbakar. MI / Angga Yuniar
    Jakarta: Beberapa kali terjadi kasus bus terbakar di jalan, khususnya ketika bus dijalankan. Tentu saja ada masalah yang mungkin tidak terlihat oleh mata dan kemudian menyebabkan bus terbakar sendirinya.
     
    Senior Executive Officer PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), Irwan Supriyono, menjelaskan bahwa mayoritas bus terbakar karena masalah kelistrikannya. Biasanya kebakaran bus terjadi karena short circuit di wiring harness (korsleting) sehingga terpercik bunga api atau panas yang kemudian membuat ada komponen yang terbakar, sehingga akhirnya bus ikut terbakar tanpa disadari,
     
    "Sebagian besar karena masalah kelistrikan. Korsleting atau short circuit adalah yang paling sering misalnya kabel terjepit waktu ada perbaikan atau terkelupas," ungkap Irwan Supriyono Kamis (17/10/2019) di Jakarta.
     
    Irwan menjelaskan untuk pencegahannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan fuse/sekering yang sesuai dengan ampere-nya. "Kalau sistem Fuse sesuai, tidak akan terjadi kebakaran karena fuse akan memutus arus."
     
    Selain itu dia juga menekankan masalah sambungan kabel dipastikan tidak ada yang kendur. Kemudian untuk pemasangan peralatan tambahan yang dilakukan oleh karoseri harusnya melalui jalur yang sudah disediakan oleh pabrikan.
     
    Kemudian ditekankan pula bahwa pemilik bus jangan lupa melakukan perawatan secara rutin. Untuk bus-bus keluaran Hino, sebaiknya melakukan perawatan rutin setiap 10 ribu kilometer.
     
    "Setiap 10 ribu kilometer ada beberapa yang wajib diganti seperti oli, filter, dan komponen lainnya. Kemudian ada juga sifatnya pengecekan seperti kekencangan v-belt, celah kanvas rem, dan ada daftar yang cukup banyak yang harus di cek," pungkasnya.
     
    Standar perawatan rutin memang harus dilakukan oleh semua kendaraan agar kualitas dan kondisinya selalu optimal. Apabila kendaraan umum, seperti TransJakarta, yang setiap hari beroperasi harus mendapatkan perawatan yang ketat agar bisa melayani penumpangnya dengan baik dan aman bagi masyarakat.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id