Tips Beli Kendaraan Bekas

    Beli Kendaraan Tanpa BPKB? Waspada Penipuan

    Ahmad Garuda - 27 Mei 2020 15:42 WIB
    Beli Kendaraan Tanpa BPKB? Waspada Penipuan
    Beli kendaraan tanpa BPKB, sama saja membeli kendaraan dengan risiko tinggi. Dok Medcom.id
    Jakarta: Kondisi wabah pandemik global, menjadi momok bagi banyak orang. Tak jarang dari mereka mengalami penurunan pendapatan hingga harus menjual kendaraan masing-masing bahkan dengan harga kurang dari setengahnya. Namun bagi Anda calon pembeli kendaraan bekas (motor atau mobil), wajib melakukan pengecekan lebih detail, terutama kelengkapan surat kendaraan.

    Kini sedang marak kendaraan yang dijual tanpa BPKB atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor yang menjadi surat sah kepemilikan kendaraan. Harganya pun cukup menggiurkan, lantaran dijual dengan harga yang sangat murah. Bisa turun 70 persen dari harga barunya.

    Menurut Desmon Tuyu, Biro Jasa pengurusan surat kendaraan di Pasar Minggu, bahwa membeli kendaraan tanpa BPKB tu sangat berisiko besar. Ibaratnya membeli rumah tanpa sertifikatnya. Itu sewaktu-waktu bisa diklaim oleh pemilik BPKB aslinya.

    "Alasannya bermacam-macam. BPKB hilanglah, tercecer oleh anaknya lah, sehingga mereka datang minta tolong untuk diuruskan. Tapi sejak 2011, regulasi pengurusan duplikat untuk BPKB, berubah. Pengurusan BPKB hilang melalui biro jasa agak ribet, sehingga disarankan pemilik sendiri yang melakukannya," ujar Desmon kepada Medcom.id.

    Masalah lain jika membeli kendaraan tanpa BPKB adalah klaim dari pihak lain yang benar-benar memegang BPKB aslinya. Menurut Juno penyedia jasa cek unit jual beli motor dari @infostoringmoge24jam, bahwa penyebab hilangnya tidak ada yang tahu. Sehingga calon pembeli kendaraan tanpa BPKB ini sangat berisiko diklaim kendaraannya oleh sang pemilik BPKB asli.

    "Kita kan enggak tahu apakah BPKB itu benar-benar hilang atau sedang dikuasai oleh orang lain. Misalnya orang yang mengaku penjual kendaraan bilang BPKB-nya hilang, ternyata ada yang bawa BPKB asli datang mengklaim, urusannya bisa jadi panjang," imbuh Juno kepada Medcom.id.

    Salah satu contoh kasus yang dialami oleh mantan ketua komunitas motor Jakarta Satria Club (JSC), Heru Nugroho, memaparkan bahwa Ia pernah nyaris tertipu penjual mobil bekas. Sang pejual mengatakan bahwa BPKB ditahan saudaranya dan minta uang muka untuk menebus BPKB.

    "Kasus begini sudah pasti tipu-tipu oleh beberapa oknum. Beberapa kali saya ingin membeli kendaraan lewat laman car/bike listing, minta uang muka. Makanya patut diwaspadai," pungkas Desmon.

    Dari pengalaman beberapa orang di atas, tentu tidak bisa digeneralisasi, tapi jika Anda mendapat penawaran nilai jual kendaraan yang cukup murah dengan embel-embel tanpa BPKB, maka Anda patut curiga.

    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id