comscore

Jangan Panik Kalau Mobil Hilang Tenaga, Ini Penyebab & Penanganannya

Ekawan Raharja - 29 Mei 2022 15:00 WIB
Jangan Panik Kalau Mobil Hilang Tenaga, Ini Penyebab & Penanganannya
Ilustrasi mesin mobil. Medcom.id/Ekawan Raharja
Jakarta: Mobil yang sedang digunakan selama perjalanan ada kemungkinan memiliki resiko kecelakaan atau kerusakaan ketika digunakan, khususnya mendadak tenaga menghilang. Kala menghadapi kondisi sulit tersebut, pengemudi atau pemilik mobil tidak perlu khawatir dan sigap mengatasinya.

Co-Founder Lifepal, Benny Fajarai, menyebabkan kondisi mesin yang hilang tenaga bisa saja terjadi kapan pun. Oleh sebab itu, dia membagikan tips dan langkah pertolongan pertama untuk mengatasinya.

1. Oktan BBM kelewat rendah

Berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) yang ditawarkan memiliki tingkatan oktan yang berbeda. Sebagai pengguna kendaraan bermotor, alangkah lebih baik untuk lebih memperhatikan oktan pada BBM.
Karena nyatanya, perhitungan oktan BBM akan mempengaruhi kinerja mobil. Kandungan oktan yang semakin tinggi, akan membuat proses pembakaran pada mesin mobil menjadi lebih sempurna.

Penggunaan BBM dengan tingkatan oktan yang sesuai dengan kondisi mobil dapat memperkecil tingkat risiko hilangnya tenaga pada mobil secara tiba-tiba. Setiap jenis mobil tentunya memiliki saran penggunaan BBM dengan tingkatan oktan yang sudah menjadi standar dari pabrik. Namun biasanya, penggunaan BBM dengan tingkatan oktan yang lebih tinggi menjadi saran untuk mobil dengan keluaran terbaru.
 

2. Overheat

Keadaan mesin mobil yang terlalu panas dapat disebabkan oleh kondisi pengemudi yang terlalu lama menahan injakan pedal gas saat berhenti ditanjakan untuk mempertahankan posisi mobilnya. Akibatnya, mobil yang dikemudi akan kehilangan tenaga dan pastinya membahayakan pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan lainnya.

Overheat atau kondisi mesin mobil yang terlalu panas dapat terjadi pada mobil matic. Seringnya kondisi ini terjadi lantaran pengemudi menahan injakan pedal gas saat berhenti di tanjakan untuk menjaga posisi mobil.

3. Filter Bahan Bakar Kotor

Penyebab lain dari hilangnya tenaga pada mobil di tanjakan dapat dipengaruhi oleh kondisi filter bahan bakar yang kotor. Kondisi filter bahan bakar yang kotor dapat disebabkan oleh tumpukan partikel dan endapan yang ada pada tangki bensin.

Keadaan ini dapat menghambat aliran mesin sehingga menyebabkan kondisi mobil tidak dapat bekerja secara optimal. Tidak hanya filter udara, namun filter bahan bakar yang kotor juga bisa menyebabkan mobil tiba-tiba hilang tenaga di tanjakan.

4. Klep Bocor

Kondisi klep atau katup mobil yang tidak disetel dengan baik akan menyebabkan fungsinya sebagai pintu masuk udara dan bensin serta pintu keluar gas dari mesin ke knalpot tidak dapat dilakukan secara maksimal. Dengan kondisi klep yang bocor, akan mempengaruhi performa kendaraan sehingga memungkin hilangnya tenaga pada mobil di tanjakan.
 

5. Kerusakan pada Transmisi

Transmisi menjadi salah satu bagian yang dapat mengatur laju kendaraan bermobil. Kondisi mobil maju, mundur, dan berhenti difungsikan melalui alat ini.

Apabila terjadi kerusakan di area transmisi, akan membuat kondisi mobil tidak dapat berubah secara otomatis. Jika fungsi ini terganggu, maka dapat menyebabkan adalah salah satu yang dapat jadi penyebab mobil matic yang mendadak kehilangan tenaga.

Ketika mengalami hal tersebut, dia pun membagikan sejumlah tips penangannnya. "Pertama, tetap tenang dan usahakan untuk memberhentikan kendaraan di titik aman. Kalau tiba-tiba mobil kehilangan tenaga, jangan paksakan untuk tetap membawa mobil berkendara. Jangan juga biarkan mobil berhenti begitu saja di tengah jalan. Pastikan kamu menghentikan laju mobil dan bawa mobil untuk berhenti di titik yang aman,” lanjut Benny.

“Kedua, matikan mesin. Jika sudah diparkirkan di tempat yang aman, segera matikan mesin mobil. Mesin mobil sebaiknya dimatikan selama durasi 10 - 15 menit. Hal ini dilakukan agar mesin dan transmisi otomatis maupun transmisi manual mobil kamu bisa didinginkan serta diistirahatkan terlebih dahulu. Dan selanjutnya, kalau sudah beristirahat selama 10 - 15 menit, kamu bisa kembali menyalakan mesin mobil. Pada tahap ini, seharusnya mesin dan transmisi mobil sudah lebih dingin, sehingga sudah lebih aman ketika digunakan kembali untuk berkendara.”

“Menghindari resiko dari terjadinya permasalahan di atas juga dapat diminimalisir dengan melakukan servis secara berkala. Dan jangan lupa apabila kendaraanmu belum terproteksi oleh asuransi, segera pilih dan dapatkan proteksi asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Dengan servis rutin dan juga penggunaan asuransi kendaraan, kita dapat meminimalisir risiko dari biaya yang tidak terduga," tegas Benny.

(ERA)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id