Batas Aman Ketinggian Air Ketika Motor Hendak Melintasi Banjir

    M. Bagus Rachmanto - 13 Januari 2020 16:40 WIB
    Batas Aman Ketinggian Air Ketika Motor Hendak Melintasi Banjir
    Sepeda motor akan rusak jika melewati banjir sembarangan. MI/Sumaryanto
    Jakarta: Wilayah Jabodetabek yang beberapa hari terakhir diguyur hujan deras, mengakibatkan banjir di beberapa ruas jalan utama. Tak sedikit pengendara sepeda motor yang harus berhadapan dengan banjir. Bahkan beberapa di antara mereka nekat menerobos hingga menyebabkan motornya mogok.
     
    Jikalau terpaksa untuk melewati genangan air, ada baiknya memperhatikan beberapa hal. Terutama memperkirakan ketinggian air. Kemudian resiko kecelakaan pun juga semakin besar karena jalanan tertutup oleh air.

    Kata Yosie, mekanik sekaligus pemilik bengkel motor Bangbrand di bilangan Bekasi Timur, Jawa Barat, bagi sepeda motor agar tidak menerobos banjir yang melebihi ketinggian air 30 cm. 

    "Perhatikan tinggi air, tidak lebih dari 30 cm atau jika tinggi air tidak melebihi as roda berarti masih aman. Kita tidak tahu bagaimana dengan kondisi jalan. Bisa saja ada lubang dalam dan kita tidak tahu, ketika masuk dan bisa menyebabkan terjatuh," sambungnya.

    Karena penting juga mempertimbangkan cipratan dari gelombang air dari kendaraan lain. Melebihi ketinggian tersebut, maka akan sangat riskan motor Anda mengalami mati mesin di jalan.

    Selain itu pengendara juga harus menjaga kecepatan secara konstan dan perjalan ketika menerjang banjir. Teknik ini dilakukan supaya cipratan air tidak masuk ke dalam mesin. "Diperhatikan dimana katup hisap udara. Kalau air sampai masuk ke dalam, bisa terjadi water hammer dan mesin bisa pecah."

    Meurutnya ada tiga penyebab motor mati dan mogok akibat menerobos banjir. “Pertama ialah cop busi atau biasa disebut cangklong busi, kemasukan air. Komponen ini biasanya sudah tidak layak atau aus, dan tidak kedap air lagi yang menyebabkan ada kebocoran setrum dari koil. Sehingga jika terkena cipratan akan mati.” 

    “Kedua ialah karburator atau injeksi kemasukan air, kondisi ini memastikan mesin motor bakal langsung mati. Kemudian yang ketiga adalah filter udara yang terkena air, ini mengakibatkan terganggunya sistem penyaringan udara ke karburator atau injeksi. Untuk motor jenis matic dan bebek, dengan ketinggian air 50 sentimeter sudah sangat beresiko untuk menerobosnya,” pungkas Yosie.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id