CVT Vespa Getar? Cek Komponen Ini

    M. Bagus Rachmanto - 17 Oktober 2019 11:15 WIB
    CVT Vespa Getar? Cek Komponen Ini
    Kondisi Clutch di dalam CVT yang kotor menjadi penyebab CVT menjadi bergetar. Medcom.id/Ekawan Raharja
    Jakarta: Vespa merupakan salah satu varian skutik yang banyak beredar di Indonesia. Namun tak jarang untuk seri vespa terbaru memiliki penyakit yang sering jadi keluhan penggunanya, yakni CVT bergetar.
     
    Seperti yang dialami Ibya pemilik Vespa LXV tahun 2013. Dia mengeluhkan bahwa CVT motornya bergetar saat berada putaran bawah, kondisi tersebut membuat perjalanannya menjadi kurang nyaman.
     
    "Iya CVT motor suka bergetar. Efeknya motor tidak langsam dan terkadang ada sentakan kecil ketika mulai jalan," jelas Mahasiswa salah satu sekolah tinggi tersebut.

    Untuk mencari sumber penyakit skuter asal Italia tersebut, tim Medcom.id menanyakan kepada mekanik salah satu bengkel spesialis Vespa di bilangan BSD City Tangerang. Mereka menuturkan bahwa sumbernya ini berasal dari clutch di CVT yang kotor. Sehingga kinerjanya menjadi tidak baik.
     
    "Getaran itu timbul akibat Clutch yang sudah aus. Clutch buatan pabrik terbuat dari karbon yang di desain untuk habis. Namun setelah habis, debunya tidak langsung terbuang dan mengedap di CVT, makanya CVT bergetar," terang Andre Mendean, Owner Bellissimo, saat ditemui beberapa waktu lalu.
     
    Pria yang juga menunggangi skutik asal Italia tersebut menyarankan agar beberapa part, diganti dengan produk aftermarket. "Kalau mau halus bisa diganti per CVT dan per torsi. Kemudian clutch juga ganti dengan yang aftermarket," lanjutnya.
     
    Andre memperkirakan untuk menganti per akan memakan biaya sekitar Rp350 ribu hingga Rp400 ribu. Sedangkan Clutch sendiri juga bermacam-macam, mulai dari Rp1,8 juta hingga Rp2,4 juta. Nah, sekarang sudah tahukan sumber penyakit CVT bergetar dari mana? Selamat mencoba.

    Bagi pengguna motor matic merek lain selain Vespa mungkin pernah mengalami gangguan dengan terdengarnya bunyi atau suara decitan. Sialnya, suara itu kadang muncul kembali meski sudah dibawa ke bengkel.
     
    "Ada komponen yang disebut dengan mangkuk CVT di motor matic. CVT dilapisi lem/pelumas di bagian ujung luar," ungkap Yosi, mekanik sekaligus pemilik bengkel motor Bengbrand di Bekasi Timur, saat berbincang dengan Medcom.id,di Bekasi, beberapa waktu lalu.
     
    Lebih lanjut Ia menjelaskan, bahwa lapisan lem yang ada di mangkuk CVT itu berfungsi sebagai pelumas, untuk mencegah bunyi berdecit timbul akibat gesekan. Usia pakai dan jam terbang yang tinggi bisa membuat lapisan lem lebih cepat menipis bahkan habis. Itulah yang diklaim Yosi sebagai penyebab utama timbulnya suara decitan.
     
    "Banyak konsumen kami yang mengeluh tidak nyaman dengan bunyi decitan yang sangat berisik. Rata-rata dialami oleh motor matic. Untuk mencegah decitan muncul kembali, sebaiknya memeriksa bagian CVT paling lama 3 bulan sekali. Terutama motor matic yang memiliki jam terbang tinggi," pungkasnya.
     
    Menurutnya, solusi untuk mengatasi masalah ini adalah cukup dengan memberikan atau menambahkan lapisan lem/pelumas yang sudah aus tersebut. Terpenting sebaiknya dilakukan secara berkala.
     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id