Tips Knowledge

    Begini Cara Membaca Kode Angka dan Huruf pada Ban Mobil

    M. Bagus Rachmanto - 07 Agustus 2020 12:08 WIB
    Begini Cara Membaca Kode Angka dan Huruf pada Ban Mobil
    Rotasi ban diperlukan agar permukaan habis merata. Coho Automotive
    Jakarta: Ban merupakan salah satu komponen penting dari mobil, karena tanpanya mobil tak akan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk itu, ada baiknya kamu mengetahui kode pada ban mobil sebelum memutuskan membeli ban baru. Selain itu, di dalam kode ban juga  terdapat syarat keamanan dan pengetahuan dasar ban.

    Seperti ditulis Mobil88, pada ban terdapat kode angka dan huruf yang menerangkan tentang kualitas, spesifikasi, hingga penggunaannya yang aman. Berikut penjelasannya.

    Kode Produksi Ban
    Terdapat kode produksi yang dicetak di sisi ban, jumlah digit setiap pabrik memang beda, ada yang memiliki jumlah kode 5 digit, tetapi ada juga pabrikan yang menggunakan 7 digit. Hanya saja, kode 4 digit dari belakang adalah standar international yang menunjukkan produksi pada Minggu (Week) dan Tahun (Year) ban tersebut diproduksi.

    Misalnya 4 digit belakang seperti 5018, berarti ban dibuat pada minggu ke-50 di tahun 2018. Kode angka ini penting diketahui seberapa lama ban yang kamu pakai atau yang akan kamu beli itu sudah diproduksi dan tersimpan. Semakin lama ban disimpan, akan semakin ada kemungkinan kerusakan akibat penyimpanan yang salah atau karena kompon ban yang makin keras. Kompon yang keras bisa mengakibatkan ban tidak mencengkram dengan sempurna.

    Kode DOT
    Dalam sebuah ban, selain terdapat kode yang memuat ukuran ban, tercetak pula beberapa kode semisal nomor DOT. Ini adalah singkatan dari Department of Transportation di Amerika Serikat. Di Indonesia dikenal dengan SNI. Jadi, barang yang sudah ada kode DOT berarti sudah memenuhi standar dari departemen transportasi Amerika Serikat.

    Umumnya, ban yang diproduksi di Amerika Serikat dan memiliki logo DOT ini sudah memiliki kualitas yang baik. Oleh karenanya tak heran bila ban tersebut sampai diekspor ke berbagai negara, hingga ke Indonesia.

    Kode Ukuran Ban
    Selain soal produksi, kode ukuran juga perlu diketahui. Misalnya 195/50R15 82H. Angka 195 menunjukkan lebar telapak ban dengan satuan milimeter. Semakin besar angkanya, tapaknya makin lebar. Angka 50 adalah tinggi ban dalam satuan persen (%) yang diukur dari telapak ban, sebesar 50% dari 195 yaitu 97,5 mm. Angka ini dapat membuat siapa saja tahu tentang ketinggian yang dimiliki oleh sidewall.

    Kode Konstruksi
    Kemudian huruf R menunjukkan kode konstruksi, Radial. Bila dibongkar, ban ini memiliki lapisan kain  yang senarnya melintang dari sudut kanan ke sekeliling ban, dan memiliki lapisan tambahan di sekitar area tapaknya.

    Kode Diameter Pelek dan Batas Beban
    Lalu Angka 15 berikutnya adalah diameter pelek yang sesuai dengan ban dalam ukuran inci. Berikutnya adalah angka 82 yang merupkan batas beban maksimum yang aman ditopang dengan ban, dengan load index sebesar 475 kg. Semakin besar angkanya, beban maksimumnya bertambah pula. Dan huruf H adalah batas kecepatan maksimum ban, 210 km/jam.

    Kode Lainnya yang Perlu Diketahui
    Selain kode itu, ketahui juga soal Treadwear Indicator. Yaitu tanda atau ciri fisik yang terletak tepat diantara kedua sisi kembangan ban. Biasanya ada garis tebal yang melintang di antara kedua sisi ban. Apabila ketebalan ban sudah menyentuh garis itu, maka ban harus diganti. Jika tidak diperhatikan, berbahaya jika dipakai pada saat hujan karena menyebabkan gejala aquaplanning. Berbahaya kan.

    Kode indeks beban yang dapat diterima oleh ban saat digunakan pada mobil adalah untuk satu bagian ban saja. Jika mobil dengan 4 ban dan tidak ada masalah dalam struktur sasis, maka beban keseluruhan akan ditopang oleh keempat ban tersebut.

    (UDA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id