• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Keselamatan Berkendara

Pakai Rem Parkir saat Berhenti di Lampu Merah, Tak Dianjurkan

M. Bagus Rachmanto - 08 November 2018 09:17 wib
Kenali fungsi rem tangan saat berkendara. PanicMechanic
Kenali fungsi rem tangan saat berkendara. PanicMechanic

Jakarta: Tak jarang, banyak pengemudi yang mengaktifkan parking brake atau rem parkir saat berhenti di lampu merah. Kebiasaan ini sebetulnya tidak dibenarkan. Menurut Sony Susmana, senior trainer Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menggunakan parking brake membuat para pengemudi jadi kurang waspada dengan lingkungan sekitar.

"Banyak yang langsung tarik hand brake saat lampu merah. Biasanya mereka melakukan itu untuk sekadar melemaskan kaki dan pedal. Padahal tindakan ini salah," ujarnya seperti dikutip dari website resmi Hyundai.

Padahal, kata Sony, dengan melakukan hal itu pengemudi sudah menurunkan kewaspadaan ketika menghidupkan parking brake. Apabila ada bahaya yang datang, refleks pengemudi akan turun.

Unutk itu Ia menyarankan agar pengemudi untuk tetap menginjak pedal rem saat berhenti di lampu merah. Hal ini membuat lampu rem di belakang menyala. Dengan begitu, Anda memberi tanda ke belakang bahwa mobil sedang berhenti.

Selain itu, menginjak pedal rem juga membuat pengemudi bisa mengantisipasi jika terjadi benturan dari belakang atau menghindari kendaraan lain yang masuk ke jalur secara mendadak. Kecelakaan bisa dihindari dengan rem kaki. Andai tetap terjadi kecelakaan, setidaknya risiko cedera dan mobil rusak bisa diminimalkan.

Sony yang sudah lama menggeluti dunia safety driving juga mengingatkan agar pengemudi tidak boleh lengah saat berhenti di lampu merah. "Tetap ada potensi bahaya yang mengancam, sebaiknya jangan gunakan parking brake," tutupnya. 


(UDA)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.