Mitos Mencampur BBM Bikin Irit, Hoax!

    Ekawan Raharja - 08 September 2019 15:32 WIB
    Mitos Mencampur BBM Bikin Irit, Hoax!
    Jangan mencampurkan bbm berbeda oktan demi meningkatkan efisiensi. Hyundai
    Jakarta: Perilaku mencampur BBM (bahan bakar minyak) dengan oktan yang berbeda masih dianggap sebagai salah satu jurus untuk menekan pengeluaran. Alih-alih menekan pengeluaran, ternyata salah-salah akan membuat mobil bermasalah dan membuat pengeluaran lebih banyak.

    Banyak pemilik kendaraan yang menganggap mitos mencampur BBM akan mendapatkan performa lebih dari BBM dengan oktan lebih tinggi. Misalnya mengisi tangki dengan BBM RON 90 diikuti dengan bahan bakar RON 92. Harapannya pencampuran tadi membuat RON meningkat, maksudnya agar pembakaran mesin menjadi optimal berkat penambahan RON tadi.

    Tapi kenyataannya justru terbalik karena kandungan RON lebih tinggi malah hilang. Sebagai contoh sulfur maupun kandungan zat aditif yang ditemui pada BBM RON 92 jadi hilang, seperti dikutip dari situs resmi Hyundai.

    Namun niat hati mendapat keuntungan, resiko kerusakan mesin menjadi momok yang harus dihadapi. BBM beda oktan tadi justru menjadikan kualitas bahan bakar menurun,  harapan mendapatkan performa lebih pun urung terjadi karena pembakaran tidak sempurna.

    Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, maka mesin berpotensi mengalami knocking atau dikenal dengan istilah ngelitik. Itu terjadi karena adanya kerak di ruang bakar. Beruntung kendaraan modern dengan pengabutan bahan bakar injeksi telah dilengkapi sistem knocking sensor. 

    Sistem ini dapat mendeteksi jika terdapat BBM di bawah rasio kompresi di bawah ketentuan sebuah kendaraan. Pembakaran prematur tadi membuat performa menjadi tidak sesuai. Dengan kata lain, tenaga mengalami penurunan dari seharusnya. 

    Oleh karena itu, sebaiknya gunakanlah BBM sesuai rekomendasi pabrikan. Sebab pada dasarnya setiap mesin di desain untuk BBM dengan oktan tertentu. Ini bertujuan agar mesin bisa mendapatkan pembakaran maksimal yang berdampak positif pada performanya.

    Untuk mengetahui bahan bakar yang sesuai dengan mesin, sebaiknya membaca buku petunjuk kendaraan secara seksama. Selain itu di balik cover lobang bensin ditempel stiker mengenai standar BBM yang seharusnya digunakan.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id