Mengenal Model Colokan Mobil Listrik di Indonesia

    Ekawan Raharja - 06 September 2019 16:55 WIB
    Mengenal Model Colokan Mobil Listrik di Indonesia
    Ada tiga jenis soket pencatu daya yang akan digunakan di Indonesia. Mitsubishi
    Jakarta: Menuju era kendaraan listrik di Indonesia, selain memperbanyak fasilitas untuk pengisian daya baterai juga ditunjang dengan edukasi yang tepat. Salah satu edukasi yang harus dilakukan adalah mengetahui jenis-jenis colokan yang digunakan mobil listrik di Indonesia.

    Bagi pemilik mobil listrik, harus mengetahui jenis arus listrik yang digunakan di mobilnya terlebih dahulu. Ada dua arus listrik yang ada yakni AC dan DC. Perbedaan kedua arus listrik ini juga berpengaruh terhadap model soket untuk pencatu daya yang digunakan.

    Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Wanhar, sempat ada tiga jenis soket listrik yang akan digunakan di tanah air. Ketiganya adalah 2 AC Charging, DC Charging CHAdeMo, dan DC Charging Combo Type CCS2 yang bakal tersedia di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN.


    Mengenal Model Colokan Mobil Listrik di Indonesia
    Wuling E100 masih menggunakan soket tipe satu untuk arus AC. Wuling Motors

    Marketing Manager PT Powerindo Prima Perkasa (Penyedia alat pencatu daya kendaraan listrik), Julian Billy, lebih lanjut menjelaskan arus listrik yang ditawarkan oleh AC dan DC berbeda. Arus AC akan digunakan untuk pengecasan reguler dan arus DC digunakan untuk fast charging.

    "AC charging untuk pengisian normal ada dua tipenya, mudah mengetahuinya yang satu punya tujuh lubang itu tipe satu dan lainnya lima lubang itu tipe 2," ungkap Julian Billy Kamis (5/9/2019) di Balai Kartini Jakarta.

    Sementara untuk DC, dikatakan Billy, dari fisiknya memiliki soket yang lebih besar, sehingga pengisian daya baterai lebih cepat karena ampere yang dihasilkan juga lebih besar.

    Mengenal Model Colokan Mobil Listrik di Indonesia
    Mitsubishi Outlander PHEV tawarkan soket pencatu daya untuk arus AC dan DC). Mitsubishi

    "DC yang CHAdeMo sekitar 30 menit pengisiannya. DC satunya lagi itu CCS2 bentuknya sepasang seperti gabungan AC tipe 2, sama-sama fast charging," sambung Billy.

    Pemilik mobil listrik tidak perlu bingung karena di beberapa mobil memiliki dua soket untuk pengisian AC atau DC seperti Mitsubishi Outlander PHEV. Kemudian untuk SPKLU juga tersedia dengan berbagai jenis pencatu daya dalam satu dispenser, sehingga pemilik mobil listrik tidak perlu repot untuk mengisinya.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id