Tips Knowledge

    Busi Motor Cepat Mati? Cek Komponen Ini

    M. Bagus Rachmanto - 28 Mei 2020 17:45 WIB
    Busi Motor Cepat Mati? Cek Komponen Ini
    Setingan kurator tidak pas bikin nembak dan busi cepat mati. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
    Jakarta: Sepeda motor beberapa kali mengalami 'batuk' atau nembak (seperti suara tembakan). Biasanya, hal itu terjadi karena kesalahan dalam pemasangan atau setting karburator yang kurang pas.
     
    Menurut Yosie, yang buka bengkel motor Bengbrand bilangan Bekasi Timur, Jawa Barat, suara tembakan biasanya terjadi di sepeda motor yang masih menggunakan karburator. Suara seperti tembakan timbul akibat campuran bahan bakar dan oksigen tidak seimbang.
     
    Kemungkinan lain, kedua pengapian dari busi sudah tak optimal lagi. Sehingga campuran bahan bakar dan udara yang sudah siap dibakar malah tak mendapat percikan dari api. Kondisi ini juga bisa membuat knalpot motor jadi nembak. Jadi patut memperhatikan kondisi pemantik api buat mesin tersebut.

    Permasalahan itu bikin busi cepat mati karena bahan bakar masuk secara berlebih ke ruang bakar. Akibatnya bahan bakar jadi lebih boros.
     
    Untuk mengatasi masalah tersebut, Yosie menyarankan mengatur ulang karburator motor. Dengan begitu, bahan bakar bisa lebih hemat dan usia pakai busi jadi lebih awet.
     
    Bahkan menurut Technical Supporting PT NGK Busi Indonesia, Diko Octoviano, bahwa penggunaan busi yang sudah mulai melemah atau tak optimal lagi percikan apinya, bisa mempengaruhi komponen lain yang masuk dalam sistem pengapian di sebuah mesin.
     
    "Membiarkan kerusakan pada busi akan membuat kerusakan dan efek berantai terhadap sistem pengapian. Selanjutkan bakal membuat kerusakan permanen terhadap busi dan membuat komponen sebelum busi melemah dan tak optimal," klaim Diko dikesempatan berbeda, beberapa waktu lalu.
     
    Jika itu terjadi, Ia melanjutkan, harusnya budget yang tadinya untuk membeli busi, harus ditambah dengan untuk keperluan membeli komponen pengapian lain yang seharusnya bisa dicegah. Hal ini menurutnya yang justru jadi salah kaprah mereka yang ingin mengirit pengeluaran jadi berbelanja lebih banyak komponen.
     
    "Mengapa kerusakan busi bisa mempengaruhi kinerja komponen kelistrikan lain yang berada di rangkaian sistem pengapian? Tidak lain karena tegangan listrik di dalam satu rangkaian itu kan selaras mengikuti permintaan yang timing pengapian di ruang bakar. Kalau ada salah satu komponen yang tidak optimal akan membuat tegangan di komponen sebelumnya akan over dan setelahnya jadi kurang. Kalau sudah begini, panas berlebih bisa terjadi dan akhirnya menimbulkan kerusakan."
     
    Tentu tidak akan sulit mendeteksi jika kondisi busi sudah mulai rusak. Pakem yang pertama adalah berdasarkan jarak tempuh motor mulai dari pertama kali memasang busi tersebut (untuk tipe busi bermaterial nikel). Kemudian cara kedua adalah mendeteksinya dengan melihat elektroda pusat dan elektroda ground yang mulai aus dan teroksidasi.
     
    Tak heran jika mayoritas bengkel menyarankan untuk melakukan penggantian busi, jika gejala busi mulai berkurang kinerjanya. Untuk busi motor reguler yang menggunakan material nikel, penurunan performa biasanya terjadi ketika busi digunakan untuk jarak tempuh 6.000 km. Sementara untuk mobil penurunan performa biasanya terjadi saat busi digunakan sejauh 20.000 km.
     
    Sementara jika menggunakan cara deteksi kerusakan yang kedua yaitu melihat elektroda, maka permukaan elektroda pusat atau ground, bentuknya mulai terkikis, tak bidang lagi.
     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id