Mobil Bekas

    Penyebab Harga Mobil Bekas Berbeda

    M. Bagus Rachmanto - 11 Juli 2020 15:26 WIB
    Penyebab Harga Mobil Bekas Berbeda
    Ilustrasi. Mobil88
    Jakarta: Meski disebut barang investasi, namun faktanya menjual mobil dengan status bekas kerap kali ditemukan menjadi sangat murah atau jauh dari harga kondisi baru, bahkan bisa dibilang terjun bebas.

    Padahal, mobil yang dijual tersebut memiliki banyak persamaan dengan mobil lainnya, mulai dari merek, segmen, tipe, hingga tahun produksi.

    Bahkan tak sedikit orang menjual mobil bekas karena masalah ekonomi, atau ingin menambah biaya untuk membeli mobil baru. Maklum, menjual mobil memang salah satu cara paling cepat dilirik calon pembeli lain.

    Nah, perlu diingat ada sejumlah faktor penyebabnya mengapa harga mobil seken kerap lebih rendah atau terjun bebas, menurut Mobil88.

    1. Jarak tempuh
    Jarak tempuh memang cara pertama orang melihat kondisi mobil bekas. Pasalnya, jika pada odometer dengan angka jarak tempuh cukup jauh, berarti mobil bisa dikatakan memiliki mesin ‘capek’. Kalau sudah begini pasti harga jualnya lebih rendah dibandingkan dengan mobil sejenis tapi jarak tempuhnya lebih sedikit.

    2. Kondisi bodi
    Faktor kondisi bodi juga sangat mempengaruhi harga jual. Pasalnya, jika bodi banyak penyok lecet atau goresan, maka harga mobil ini akan jauh lebih murah.

    Selain itu, harga jadi murah bisa saja karena penggunaan dempul. Dengan dempul, maka diketahui mobil pernah mengalami masalah akibat tertabrak atau ditabrak. Untuk mengetahui bodi mobil didempul, cukup diketok. Jika suara berat itu tandanya dempul, sedangkan suara nyaring itu masih asli lapisan material logam.

    Selain itu, bisa juga bodi mobil didempul cat warnanya tidak merata. Yang jelas, pasti akan memiliki warna berbeda di sekitar bodi.

    3. Warna
    Mobil dengan warna kusam dan belang bisa jadi menurunkan harga. hal ini karena warna yang cerah apalagi terlihat baru sangat menarik perhatian konsumen. Artinya, si pemilik awal dipastikan selalu menjaga kebersihan dan melakukan perawatan seperti halnya ke salon mobil.

    4. Kelengkapan dokumen
    Sebagus apapun mobil, jika tak punya kelengkapan dokumen seperti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), maka mobil tersebut bisa masuk dalam daftar ilegal.

    Selain itu, jika mobil telat untuk membayar pajak tahunan, maka hal itu juga akan mengurangi nominal harga. Karena itu bayarlah pajak tepat waktu agar nilai jual mobil Anda tetap tinggi.

    5. Riwayat perawatan berkala
    Jika mobil sebelum dijual rajin dirawat di bengkel resmi ini akan jadi nilai plus. Pasalnya, dengan membawa ke bengkel resmi, tentu saja hal itu menandakan bahwa mobil sangat disayang, termasuk terjamin akan penggunaan suku cadang asli bawaan pabrikan.

    Jika hal itu dilakukan, maka ketika menjual cukup menunjukan buku servis atau mempersilahkan untuk melakukan pengecekan di bengkel resmi.

    6. Dimodifikasi
    Memodifikasi mobil pribadi memang sah-sah saja. Apalagi bisa terlihat cantik dan gagah. Namun begitu melakukan menjual mobil dalam kondisi sudah dimodifikasi, sama saja dengan menggantikan komponen asli pabrikan dengan komponen palsu atau kualitasnya di luar standar pabrikan.

    Tak hanya itu, tak semua calon pembeli juga menyukai mobil hasil modifikasi. Apalagi, sang calon pembeli aliran modifikasinya sangat berbeda. Untuk itu sebaiknya Anda simpan barang-barang asli mobil sehingga ketika ingin dijual lagi mobil masih dalam kondisi standar.

    7. Interior
    Membeli mobil bekas juga perlu melakukan pengecekan pada bagian interior. Nah, poin yang satu ini tak kalah penting, karena jika ada bagian kabin kotor dan sobek, maka harga jual bisa menjadi rendah.

    Tak hanya yang terlihat kasat mata, aroma tak sedap bisa saja terjadi pada bagian kabin. Biasanya, harga mobil akan lebih rendah karena kabin bau, entah karena asap rokok atau korban banjir.

    8. Tak dilengkapi peralatan tambahan
    Sebuah mobil perlu memiliki sejumlah peralatan tambahan. Hal ini bisa bermanfaat jika terjadi masalah. Namun jika tak ada peralatan cadangan, bisa dipastikan harga ikut merosot.

    Beberapa peralatan yang perlu dibawa seperti dongkrak, ban cadangan, sampai kunci pas dan kunci cadangan.

    9. Sistem kelistrikan
    Jika semua mobil dalam kondisi bagus, namun apabila sistem kelistrikan tak aktif atau mati, tentu saja hal ini membuat calon pembeli jadi tidak tertarik. Maka dari itu, cek sistem kelistrikan mulai dari sumbernya yaitu baterai atau aki, sampai lampu-lampu, hingga sistem hiburan.

    10. Karat
    Oh iya, jika calon pembeli sangat detail, bukan tak mungkin mereka akan mencari hal-hal kecil seperti karat. Sebab, karat dapat membuat mobil jadi tak sempurna, karena material logam bisa jadi rapuh.

    Dengan adanya karat, calon pembeli akan curiga, bahwa mobil bekas terendam banjir atau memang tidak dirawat dengan baik. Karena itu, rawatlah mobil dengan tambahan lapisan anti karat.

    (UDA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id