Tips Knowledge

    Trik Memasang Peredam Suara Mobil ala Daihatsu

    M. Bagus Rachmanto - 24 Maret 2020 08:23 WIB
    Trik Memasang Peredam Suara Mobil ala Daihatsu
    Peredam kap mesin berfungsi menyerap atau meredam suara mesin ke luar atau ke dalam kabin. Daihatsu
    Jakarta: Sebagian mobil keluaran teranyar biasanya sudah dilengkapi dengan peredam suara, seperti yang ada di kap mesin yang disebut hood insulator. Meski terlihat sepele, perangkat yang dipasang pada bagian mobil itu punya peran vital sebagai fitur kenyamanan berkendara.

    Namun sayangnya, tidak semua mobil memiliki kabin yang senyap. Tapi jangan khawatir, karena perangkat ini banyak tersedia di pasaran dan dapat ditemukan di toko aksesoris mobil. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, tergantung dari model dan jenis mobil akan dipasang. 

    Untuk membuat peredam suara mobil sendiri, Sahabat harus mengetahui dulu lokasi atau bagian mobil yang ingin dipasang peredam. Beda lokasi atau tempat, maka beda pula jenis peredam yang akan digunakan. Jika sudah mengetahui lokasi bagian mobil yang akan dipasang. 

    Berikut tips membuat peredam suara mobil ala Daihatsu

    1. Pilih bahan peredam seperti tikar, busa, semprotan, atau isolasi dan disarankan untuk menggunakan kombinasi produk-produk ini untuk mendapatkan redaman maksimum. Bahan peredam ini menyerap gelombang suara, menghilangkan resonansi, dan mengurangi getaran.

    2. Tambahkan bobot ke panel menggunakan tikar redaman. Ini akan membantu kecenderungan panel untuk bergetar yang menyebabkan kebisingan yang tidak diinginkan

    3. Tempatkan tikar peredam di antara 2 panel pintu yang berdekatan satu sama lain, untuk membantu mengurangi getaran di dalam ruang antara panel 2 pintu

    4. Tempatkan matras redaman di dalam kompartemen engine untuk mengurangi kebisingan derak. Tikar tersebut berisi alas dari kertas logam untuk menambah panas keset resistensi membuat mereka bisa berada di dekat panas mesin. Oleskan menggunakan lem adhesi kontak yang ditemukan di toko mobil lokal.

    5. Isi ruang kecil menggunakan semprotan atau semprotan busa. Bahan-bahan peredam ini mengembang saat mereka sembuh, memungkinkannya mendorong panel di dekatnya menciptakan sambungan mematikan yang menyerap dan menyebarkan energi getar. Semprotan dan busa dapat digunakan di sekitar pintu dan ruang engine, tetapi pastikan untuk memeriksa label semprot atau busa spesifik Sahabat untuk memverifikasi.

    6. Ukur panel pintu dan area berkarpet di sepanjang lantai tempat Sahabat akan menerapkan bahan redaman pilihan Sahabat.

    Jenis Peredam Suara Mobil

    Untuk membuat peredam suara mobil sendiri sebenarnya cukup mudah bisa dipraktekkan. Namun Sahabat juga harus tahu jenis peredam apa yang cocok digunakan. Peredam suara mobil sendiri terdiri dari tiga macam yaitu jenis jelly, aspal dan juga foam atau busa. 

    1. Aspal
    Peredam suara aspal lebih kaku dibandingkan dengan jelly. Oleh karena itu untuk memasangnya, memerlukan pemanas dan juga lem. Peredam suara mobil memiliki beberapa kelebihan karena dapat meredam suara bising lebih baik. Sayangnya material peredaman ini lebih berat. Untuk memasang peredam suara aspal pada bagian pintu, Anda harus menggunakan 2 lapis peredam aspal dengan bobot sekitar 2,4 kg. Oleh karena itu peredam suara bising dari aspal dapat membuat bobot mobil menjadi lebih berat dari sebelumnya.

    2. Jelly
    Jenis peredam suara mobil lain yang banyak diminati adalah peredam jenis jelly. Peredam jenis jelly lebih banyak diminati karena bobotnya yang lebih ringan. Untuk memenuhi kebutuhan peredam suara di bagian pintu mobil, Sahabat hanya perlu menggunakan peredam jenis jelly dengan bobot sekitar 1,4 kg. Sedangkan peredam jenis jelly lebih mudah karena proses pemasangannya tidak membutuhkan perekat lagi. Peredam suara berbentuk jelly sudah dilapisi dengan aluminium foil yang berfungsi untuk meredam panas.

    3. Foam atau Busa
    Peredam isolator berbentuk seperti foam atau busa. Peredam yang satu ini berfungsi untuk memblok suara yang berasal dari sumber kebisingan. Material peredam suara yang satu ini sangat cocok digunakan untuk meredam suara pada bagian kabin namun tidak dapat digunakan untuk meredam panas akibat mesin.

    Teknik Pemasangan Peredam Suara Mobil

    Jika Sahabat sudah menentukan jenis peredam suara yang akan digunakan, maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pemasangan peredam suara. Hal pertama yang harus Sahabat lakukan ketika akan memasang peredam suara adalah dengan melepas bagian jok, karpet, konsol, dan semua benda yang ada pada bagian dasar mobil. Walaupun begitu untuk pemasangan di bagian firewall, tidak perlu melepas dashboard.

    Lakukan pelepasan bagian mobil secara hati-hati agar tidak ada bagian kabelnya yang terputus. Hafalkan juga posisi kabel-kabel yang harus ada di bagian samping trim.

    Setelah bagian-bagian tersebut selesai dilepaskan, bersihkan bagian permukaan mobil yang akan ditempeli oleh peredam terutama dari kotoran berbentuk oli yang menggumpal. Setelah selesai, lepaskan lapisan kertas yang menempel pada peredam jelly lalu tempelkan dengan rapat ke bagian permukaan yang akan dilapisi.

    Jika penempelan akan dilakukan di pintu, maka tempelkan peredam jelly di bagian lubang bukan bagian dinding. Sedangkan jika pemasangan peredam dilakukan di bagian firewall, maka pemasangan dimulai dari bagian bawah dashboard.

    Jika semua peredam sudah dipasang, maka pasang kembali bagian-bagian mobil yang dilepas seperti konsol, jok mobil, dan juga karpet. Jangan lupa untuk mengaitkan kembali baut dan juga sekrup seperti semula. Rapikan dan kembalikan juga kabel-kabel dengan rapi dan sesuai dengan posisi semula. 

    Hal-hal yang Harus Diperhatikan Agar Pemasangan Peredam Mobil Lebih Efektif

    Suara bising pada mobil umumnya disebabkan oleh mesin diesel mobil dan menyusup hingga ke bagian kabin. Oleh karena itu pemasangan peredam mobil ditujukan untuk mengurangi suara bising hingga tidak menembus ke bagian kabin. Untuk bisa mengurangi suara bising pada mobil dengan pemasangan peredam, ini dia beberapa hal yang harus dilakukan

    1. Asal Sumber Kebisingan
    Ketahui asal sumber kebisingan. Dengan mengetahui sumber asal kebisingan, maka “perbaikan” mobil bisa dilakukan dengan lebih optimal.

    2. Pastikan Posisi Mesin Mobil
    Jika mesin mobil memiliki penggerak belakang dengan posisi menjorok, maka Sahabat harus memasang peredam mobil di sepanjang jalur kopel melintang mulai dari bagian girboks mesin hingga ke bagian gardan belakang. Pemasangan ini bertujuan untuk mengurangi suara bising yang muncul akibat perputaran kopel.

    3. Pemasangan Pada Titik yang Benar
    Lakukan pemasangan di titik yang benar. Sahabat juga bisa menambahkan lapisan anti bocor yang biasa digunakan pada bagian dinding dan juga genteng untuk membantu proses pemasangan peredam suara mobil.

    4. Kualitas Bahan
    Perhatikan kualitas bahan yang digunakan. Peredam yang baik adalah peredam yang memiliki kepadatan tinggi sehingga tidak mudah rusak atau bolong ketika sudah dipasang di dalam mobil.

    Selamat mencoba!



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id