Komponen Mobil yang Sering Mengalami Kerusakan

    M. Bagus Rachmanto - 27 Oktober 2019 08:40 WIB
    Komponen Mobil yang Sering Mengalami Kerusakan
    Servis mobil dengan rutin agar mobil aman di jalan dan tidak antri. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
    Jakarta: Di dalam mobil terdapat banyak komponen yang mengatur kinerja mobil. Setiap komponen tersebut, satu sama lain saling bekerja sama agar mampu menggerakkan mobil secara optimal. 

    Sebagai pengendara, Anda dituntut untuk tidak hanya memahami bagaimana mengendarai mobil, namun juga mengerti fungsi-fungsi dari berbagai komponen penting mobil. Seperti kita ketahui, mobil merupakan barang bergerak, dalam penggunaannya beberapa komponen bisa rusak, baik karena pemakaian normal atau usia pakai. 

    Itulah mengapa mobil perlu mendapat perawatan secara rutin. Tujuannya agar kita bisa mengetahui kondisi komponen yang memang mengalami kerusakan dan perlu diganti, sehingga kinerja mobil tetap prima.

    Dengan mengenali setiap kerusakan yang ada, setidaknya Anda lebih tahu bagaimana cara menanganinya sebelum akhirnya dibawa ke bengkel. Sehingga tidak ada yang namanya kasus penipuan yang merugikan satu pihak akibat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

    Dilansir dari website Auto2000, berikut ini adalah komponen mobil yang sering mengalami kerusakan, dan perlu dilakukan pemeriksaan serta perbaikan secara berkala. 

    1. Kerusakan pada emissions control system atau sistem pengendalian gas buang
    Tugas utama dari sistem ini adaah untuk membatasi pembuangan gas beracun seperti NOx atau nitrogen oksida. Kerusakan pada sistem ini dialami oleh sekitar 5 persen konsumen mobil baru. Umumnya, kerusakan ini akan memicu peringatan melalui indikator di dashboard. Akibat control system rusak, gejala yang ditimbulkan adalah mobil akan kehilangan tenaga, serta knalpot yang mengeluarkan asap tebal.

    2. Mal fungsi sistem navigasi
    Meski kerusakan ini tidak menyebabkan resiko terjadinya kecelakaan, namun tetap saja ini adalah kerusakan yang cukup mengganggu. Umumnya, kerusakan terjadi saat sistem navigasi salah memberikan arah jalan terbaik, sehingga membuat penggunanya menjadi lebih bingung. Kerusakan ini terjadi pada 4 persen dari responden.

    3. Kerusakan pada aki
    Sedikitnya, 3 persen dari total responden survey mengatakan bahwa mereka mengalami kerusakan pada komponen aki. Namun, kebiasaan buruk pengemudi seperti lupa mematikan lampu atau lupa melepas charger smartphone dari soket menjadi alasan utama terjadinya kerusakan ini.

    4. Masalah sistem pengereman
    Ada 3 persen dari total responden yang mengalami ini. kerusakan ini bisa berakibat fatal bila pengemudi tidak peka untuk mengenali awal dari kerusakan tersebut. Ada beberapa indikasi yang bisa menjadi acuan untuk mengenali masalah tersebut. Contohnya, saat pedal rem diinak mobil membelok ke satu sisi, bahkan lambatnya reaksi rem sehingga membuat mobil terus melaju.

    5. Suspensi
    Suspensi yang dimaksud mulai dari spring, shock absorbers dan struts. Sama seperti rem, kerusakan pada bagian ini hanya bisa dirasakan pengemudi saat berkendara. Gejala yang terasa umumnya adalah berkurangnya stabilitas saat berkendara pada kecepatan tertentu



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id