Perawatan Kendaraan

    Mengapa Cuci Mobil Wajib di Musim Hujan

    M. Bagus Rachmanto - 08 Februari 2020 15:32 WIB
    Mengapa Cuci Mobil Wajib di Musim Hujan
    Cuci mobil setelah hujan mencegah korosi dan karat di bodi mobil. Autocarhire
    Jakarta: Intensitas hujan di wilayah Jabodetabek yang meningkat dalam beberapa hari terakhir, membuat pemilik mobil lebih sering mencuci kendaraan mereka jika ingin tetap terlihat bersih. Selain tampilan mobil terlihat bersih, mencuci mobil setelah hujan-hujanan juga salah satu bagian dari perawatan mobil.
     
    Mobil yang sehabis hujan-hujanan pastinya akan kotor dan menyisakan lumpur, pasir, dan sampah yang menempel baik di bodi, rongga sasis maupun komponen-komponen suspensi. Bahayanya kotoran tersebut dapat menyebabkan oksidasi pada besi, yang menimbulkan karat. Serta jamur yang timbul oleh butir air hujan di bodi mobil akan membuat cat terlihat kusam.

    Namum perlu diketahui, air hujan yang nampak bersih ternyata mengandung zat asam karena polusi di udara. Semakin tinggi tingkat polusi di udara, maka semakin tinggi pula zat asam yang terkandung. Disebutkan lama resmi Nissan Motor, tinggi rendahnya kandungan zat asam di air hujan juga tergantung lokasi atau tempat hujan tersebut. Berikut penjelasannya.

    Daerah Dekat Laut 
    Air hujan di dekat laut memiliki kandungan garam lebih banyak jika dibandingkan air hujan di pegunungan ataupun daerah lain yang jauh dari laut. Kandungan garam pada air hujan memiliki PH antara 3-5 atau cenderung basa yang berpotensi menimbulkan karat pada bodi mobil.

    Daerah Perkotaan atau Kawasan Pabrik 
    Derah perkotaan dan di sekitar kawasan pabrik memiliki polusi yang tinggi. Ketika polutan tersebut lepas ke udara dan bercampur dengan uap air di awan, maka hujan yang turun di wilayah tersebut memiliki kandungan asam yang lebih tinggi, yang mempercepat proses karat pada bodi mobil.

    Disebutkan, semakin tinggi kelembapan udara, maka semakin tinggi juga potensi karat yang muncul. Selain itu, air membuat cat mobil cepat lunak sehingga cat mobil lebih mudah buram ketika bereaksi dengan udara.

    Itulah alasan jangan membiarkan kendaraan tidak dicuci dalam waktu lama setelah terkena hujan. Karena jika mobil terus menerus terkena air maka akan membuat bodi ataupun mesin menjadi lembab. Keadaan tersebut yang cepat membuat karat dan jamur singgah di kendaraan Anda.

    Tips mudah yang dapat dipraktekkan agar kendaraan Anda tetap terawat yakni, luangkan waktu untuk sekadar membasahi dan mengelap mobil 15 menit setelah kehujanan. Pilih shampo yang busanya tidak terlalu banyak karena busa yang banyak justru berdampak buruk untuk warna cat mobil Anda.
     
    Shampo mobil hanya digunakan jika mobil Anda benar-benar kotor. Tips terakhir, rajinlah cek kebersihan engsel mobil, tepi bagasi, tepi pintu mobil, tepi kap mesin dan lainnya. Karena bagian-bagian inilah penyakit mulai mudah timbul mengingat air hujan atau bekas cucian sering tertinggal. Untuk sehari-hari, Anda cukup mengelap bodi kendaraan yang basah agar tidak lembab.
     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id