Pengendara Arogan di Jalan? Sikapi Dengan Bijak

    Ahmad Garuda - 27 November 2019 15:25 WIB
    Pengendara Arogan di Jalan? Sikapi Dengan Bijak
    Kecelakaan bisa saja terjadi karena antara pengemudi tidak ada yang ingin mengalah. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
    Jakarta: Baru-baru ini, viral sebuah video pengendara yang sengaja berulang-ulang menyenggol pengendara lain. Keduanya saling bersenggolan dan terlihat tak ada yang mau mengalah. Selain membahayakan diri mereka sendiri, juga tentu berbahaya bagi pengguna jalan lainnya.

    Lalu sebagai pengguna jalan raya, tentu kita juga tidak jarak bertemu dengan pengendara dengan tipe seperti ini. Lalu bagaimana sikap yang baik dalam menghadapi atau menghindari pengemudi atau pengendara yang arogan di jalan raya?

    Medcom.id dalam beberapa sesi obrolan bersama instruktur safety driving sekaligus pemilik Safety Defensive Consulting Indonesia (SDCI), Sonny Susmana, menegaskan bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan, di antaranya:

    1. Jangan mendorong antrean lalu lintas. Jika Anda menunggu dan memberi sinyal dengan jelas untuk maju atau tidak pada pengendara lain, Anda tidak akan menunggu lama sebelum pengendara lain memberikan Anda kesempatan lewat. Namun mereka tidak suka dipaksa memberi jalan.

    2. Tetap tenang dan tunjukkan pengendalian diri. Setiap perjalanan bisa membuat Anda frustrasi dan memunculkan konflik. Sebelum memulai perjalanan, janji pada diri Anda sendiri untuk bersabar. Hindari membunyikan klakson Anda atau memperlihatkan kalau Anda tengah marah.

    3. Hindari persaingan dan lawan keinginan untuk 'membalas dendam'. Jika standar mengemudi orang lain mengecewakan Anda, jangan mencoba untuk mendidik atau menegur mereka.

    4. Patuhi peraturan yang ada seperti menggunakan sabuk keselamatan, menyalahkan lampu sein jika ingin berbelok, mengikuti rambu lalu lintas dan sebaginya.

    "Jika kita menghadapi pengendara yang arogan dan membahayakan keselematan kita sebaiknya kita rekam dan lapor ke pihak yang berwajib sebagai barang buktinya," ungkap Sonny pada Rabu(27/11/2019).

    Sonny juga mengatakan lebih baik menghindari  pengendara yang arogan dari pada meladeninya dan akan berdampak terhadap keselamatan kita sendiri

    Contoh undang undang pelanggaran lalu lintas saat menyalip atau menggunakan bahu jalan tol yang memang secara undang-undang tidak diperbolehkan. Hal ini tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol pada Pasal 41 Ayat 2. (OJI)



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id