Ban IRC Fasti 1, Produk Lokal yang Tak Kalah Ajib Dipakai Nikung

    Ainto Harry Budiawan - 17 September 2015 16:36 WIB
    Ban IRC Fasti 1, Produk Lokal yang Tak Kalah <i>Ajib</i> Dipakai <i>Nikung</i>
    Pengetesan ban IRC Fasti 1 di sirkuit Sentul Karting, Bogor. MTVN/ A. Harry Budiawan
    medcom.id, Bogor: Untuk penghobi cornering atau mereka yang sering melakukan track day, tentu membutuhkan ban khusus yang dipercaya mampu memberi grip maksimal ke aspal. Berbagai merek ban yang dimaksud pun tersedia, tapi jangan lupakan ban produksi lokal satu ini.

    Ban itu adalah IRC Fasti 1, tipe slick dengan kompon lunak. Ban ini pun sudah banyak dipakai oleh tim-tim balap yang menggunakan berbagai merek motor. Itu jadi bukti kalau ban ini memang mumpuni dan dipercaya oleh tim dan pembalap.
    Ban IRC Fasti 1, Produk Lokal yang Tak Kalah <i>Ajib</i> Dipakai <i>Nikung</i>
    Tidak heran kenapa akhirnya IRC Fasti 1 disebut ban sakti tapi bisa dijangkau semua kalangan termasuk penghobi cornering tadi. "Kita mau ikut memajukan industri balap motor nasional, salah satunya dengan menggunakan produk bangsa sendiri," kata Dodiyanto, Product Development Specialist PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban IRC.

    Metrotvnews.com pun mendapatkan sepasang ban IRC Fasti 1 untuk diuji-cobakan. Ban tersebut langsung dipasangkan ke Yamaha Byson dengan spek mesin untuk touring, dengan pelek yang sudah diuubah model jari-jari dengan lebar 1.85 x 17 dan 2.50 x 17.

    Lokasi pengujiannya langsung di sirkuit Sentul Karting atau dikenal dengan Sentul Kecil, Bogor. "Supaya aman dan bisa lebih nge-push, trek ini juga sering dipakai untuk balap jadi lebih cocok," ujar tester Metrotvnews.com.
    Ban IRC Fasti 1, Produk Lokal yang Tak Kalah <i>Ajib</i> Dipakai <i>Nikung</i>
    O iya, tekanan angin diatur 20 psi (belakang) dan 19 psi (depan), degan cuaca sirkuit yang cerah. "Bukan patokan baku, cuma mencoba sesuai feeling saja. Karena pakai ban merek lain pun tekanan angin selalu diset seperti ini," sambung tester Metrotvnews.com lagi.

    Sesi pertama dimulai dengan melakukan adaptasi dan penyesuaian terhadap trek, motor dan ban. Ukuran ban sendiri pakai 90/80-17 dan 110/70-17, ban belakang sendiri sebenarnya untuk dipakai sebagai ban depan motor bermesin 250 cc tuh.

    Memasuki sesi kedua, sudah mulai menemukan ritme dan racing line yang pas. Putaran demi putaran dilalui, sampai akhirnya tester Metrotvnews.com mengalami crash lowside karena ban belakang hilang grip ditikungan 10.

    Setelah diselidiki, ternyata penyebabnya leher knalpot yang terlalu keluar dan menyentuh aspal. Akibatnya tekanan pada ban belakang berkurang sehingga kehilangan daya cengkram ke aspal. Untuk masalah ini, akan dibahas khusus pada artikel tersendiri.
    Ban IRC Fasti 1, Produk Lokal yang Tak Kalah <i>Ajib</i> Dipakai <i>Nikung</i>
    Dari hasil timing, catatan waktu yang diraih untuk setiap putaran terus meningkat sebelum crash. Pada lap pertama mencatat waktu 1 menit 9,52 detik, dan terus meningkat hingga waktu terbaik meraih 1 menit 5,57 detik pada putaran ketujuh.

    Setelah memperbaiki motor, maka pengetesan dilanjutkan. Sebanyak lebih dari 40 putaran dilakukan ditengah cuaca yang panas dan cukup menyiksa ban motor. Hasilnya ban mulai terkikis terutama disisi pinggir. Meski demikian, ban masih cukup tebal dilihat dari thread wear indicator (TWI) yang berupa titik lubang.
    Ban IRC Fasti 1, Produk Lokal yang Tak Kalah <i>Ajib</i> Dipakai <i>Nikung</i>
    Sejauh ini IRC Fasti 1 hanya dijual sepasang, untuk motor 250 cc dengan ukuran 110/70-17 dan 140/70-17, untuk motor 150 cc ukuran 90/80-17 dan 130/70-17. "Harga jualnya Rp1,1 juta untuk motor 250 cc, dan 150 cc Rp900 ribu, harga bersaing karena kami mau mendukung balap murah," sambung Dodi saat ditemui beberapa waktu lalu.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id