Motor Matic 'Obat Kuat' Industri Otomotif Roda Dua yang Lesu

    M. Bagus Rachmanto - 18 Desember 2018 12:14 WIB
    Motor Matic 'Obat Kuat' Industri Otomotif Roda Dua yang Lesu
    Segmen motor matic diharap kembali bergairah. Medcom.id
    Jakarta: Tahun ini segmen motor sport terbilang lesu, terlebih di kelas 250 cc ke atas. Perekonomian Indonesia yang masih kurang baik dijadikan alasan sebagian APM menghadirkan segmen tersebut di tahun ini.

    Pergeseran minat konsumen Indonesia dari motor bebek ke motor matic juga menjadi salah satu alasan produsen otomotif berlomba-lomba menghadirkan motor matic terbaik mereka dengan beragam teknologi di kelasnya. 

    Honda, Suzuki, dan Yamaha adalah pemain lama di Indonesia yang mengincar segmen motor matic di pasar otomotif nasional. 

    Tapi tetap saja, di 2018 segmen tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Diketahui, untuk tahun ini saja Suzuki baru memperkenalkan motor matic andalannya, yakni Nex II di awal 2018, Maret lalu. Skutik entry level Suzuki ini diklaim berubah total dengan mengusung desain dan kelengkapan yang disukai anak muda, dan mengisi kelas 115 cc. 

    Sementara pabrikan lainya, yakni Yamaha memperkenalkan Aerox 155 varian R-Version yang hadir hanya berganti baju, bersamaan dengan FreeGo yang diperkenalkan November lalu. 
    Motor Matic 'Obat Kuat' Industri Otomotif Roda Dua yang Lesu
    FreeGo diklaim Yamaha menjadi matic andalan terbaru mereka di kelas 125 cc yang tidak masuk dalam kelas Maxi Scooter. Motor matic ini diposisikan di bawah Lexi dan punya segmentasi sendiri bagi konsumen yang belum punya budget lebih masuk ke kelas maxy scooter. 

    Memang keduanya telah berhasil menggenjot nilai ekspor mereka. Sebanyak 4.456 unit NEX II telah di ekspor ke Filipina dan Kamboja sejak Agustus 2018. Hingga Maret 2019, Suzuki menargetkan akan mengekspor 18.660 unit NEX II ke dua negara tersebut.

    Sedangkan Yamaha telah berhasil mencatatkan total ekspor hingga saat ini sebesar 1,5 juta unit. Tahun 2018, ekspor PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (PT YIMM) diproyeksi menembus 338.000 unit atau naik lebih dari 100 persen dibanding ekspor dua tahun lalu di 2016 sebesar 166.000 unit.

    Meski begitu kita berharap perekonomian Indonesia bisa segera tumbuh dan stabil, sehingga bisa menggrirahkan kembali inudstri otomotif tanah air yang saat ini sedang lesu.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id