Tips Perawatan Kendaraan

    Modifikasi Busi, Bisa Angkat Performa Pembakaran?

    Ahmad Garuda - 25 Juni 2020 18:07 WIB
    Modifikasi Busi, Bisa Angkat Performa Pembakaran?
    Busi dengan bahan nickel biasanya dimodifikasi untuk mendapatkan efek ledak lebih besar. NGK
    Jakarta: Banyak orang yang ingin mendulang performa yang lebih baik dari kendaraannya. Salah satu bagian yang biasa diperbaiki adalah soal pengapian dalam ruang bakar. Busi pun jadi salah satu komponen yang diklaim punya peran besar dalam memberikan performa terbaik dalam pembakaran di ruang bakar.

    Namun banyak orang yang melakukan langkah instan dengan cara memodifikasi kepala busi, termasuk model elektroda. Hal ini dipercaya bisa membuat ledakan api bisa lebih cepat, apalagi elektroda ground dikikis ujungnya. Disinyalir efeknya membuat ledakan api lebih cepat melebar. Lalu apakah ini sekadar mitos atau memang benar adanya?

    Diungkapkan oleh Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktoviano kepada Medcom.id bahwa busi itu ada spesifikasinya sendiri. Ketika dilakukan modifikasi dengan maksud untuk mengangkat performanya, efeknya nanti berakibat di usia pakai komponen tersebut.

    "Busi itu sudah ada rentan usia pakai dan performa yang bisa dikeluarkan. Jika sebuah busi itu dipaksa untuk mengeluarkan performa melebihi dari kapasitas normalnya dia, maka ini akan berimbas ke usia pemakaian busi itu sendiri. Mengingat kerja yang melebihi kapasitasnya dan seakan dipaksakan," klaim Diko.

    Namun soal peningkatan daya ledak, pria ramah ini tak menyangkal. Tapi Ia memberikan ulasan bahwa fokus gaya ledak yang tak lagi sesuai dengan awalnya, ini justru bisa membuat pembakaran juga tak sesempurna saat menggunakan komponen busi berperforma tinggi.

    Diko menyarankan bahwa ada baiknya menggunakan busi yang spesifikasinya lebih tinggi. Sehingga daya ledak yang diinginkan lebih cepat, bisa terpenuhi.

    "Kalau di NGK kita ada varian G-Power yang menggunakan logam mulia tunggal, dan yang kedua adalah Irridium yang menggunakan logam mulia ganda. Kedua busi ini bisa memberikan performa yang lebih baik untuk urusan pembakaran di ruang bakar. Sehingga tak perlu lagi melakukan modifikasi. Demikian juga soal usia pakai yang tentu lebih panjang."

    Dicontohkan oleh Diko soal perbandingan performa busi yang hanya menggunakan material nickel dan material logam mulia. Busi bermaterial nickel itu bisa aus seiring usia pemakaian. Sementara logam mulia, kemungkinan ausnya sangat kecil dan performanya akan konsisten. Mengingat busi dengan elektroda nickel itu sangat mudah dihinggapi deposit karbon yang menjadi penghambat ledak api.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id