Test Ride Kawasaki W175 TR: Starter dan Gas

    Ekawan Raharja - 14 Desember 2019 10:01 WIB
    Test Ride Kawasaki W175 TR: Starter dan Gas
    Kawasaki W175 TR dengan sentuhan scrambler. Medcom.id/Ekawan Raharja
    Serpong: Sejenak melihat sepintas W175 TR, tampak sedikit berjalan melawan tren yang ada sekarang ini. Bila hampir sekarang sejumlah pabrikan menghadirkan sepeda motor dengan desain yang kekar dan penuh banyak fitur, berbeda dengan W175 TR yang tampak kurus dan minim fitur.

    Tim Medcom.id akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menggunakan sepeda motor bernuansa scrambler berkeliling kawasan BSD City dan Serpong di Tangerang Selatan. Bermodalkan tester rider dengan tinggi 165 cm dan bobot 70 kilogram, tim Medcom.id terkejut dengan sensasi yang ditawarkan oleh sepeda motor khas untuk pasar Indonesia ini.

    Posisi Berkendara
    Test Ride Kawasaki W175 TR: Starter dan Gas
    Ketika pertama kali menaiki W175 TR, tester rider merasakan sepeda motor ini terbilang cukup tinggi. Catatan resmi dimensi kuda besi ini adalah 1.950 mm x 805 mm x 1.085 mm (PxLxT), dengan suspensi depan lebih panjang sekitar 35 mm dibandingkan W175.

    Alhasil kaki pun dipaksa berjinjit cukup tinggi ketika sepeda motor ini dalam kondisi berhenti. Belum kondisi stang yang kurang tinggi membuat lengan dalam kondisi terjulur penuh, dan ini kurang nyaman bagi tester rider Medcom.id.

    Kemudian di area tangan, tidak banyak tombol yang tersedia. Di sebelah kiri hanya ada tombol klakson, lampu sein, lampu utama, dan di sebelah kanan hanya ada tombol switch starter serta electric starter. 

    Di tengah, tersedia cluster meter yang menampilkan speedometer, odometer, dan beberapa lampu indikator lampu hidup, lampu sein aktif, dan transmisi netral. Bagi yang tidak terbiasa memeriksa kondisi bensin, tentu bisa menjadi masalah karena tidak ada penunjuk bahan bakar di cluster tengah.

    Performa
    Test Ride Kawasaki W175 TR: Starter dan Gas
    Ketika mulai membetot gas W175 TR, terasa rasa menyenangkan dan sensasi yang cukup unik. Sensasinya adalah layaknya mengendarai sepeda motor custom klasik. Terlebih di hari itu tester rider kami menggunakan helm full face model retro dan jaket kulit yang tampak padu padan dengan kuda besi ini.

    Tenaga yang dihasilkan mesin 177 cc silinder tunggal dengan sistem pembakaran karburator bertenaga 13 ps @ 7.500 rpm dan 13,6 Nm @ 6.000 rpm memang terasa sedikit kurang responsif. Namun semua itu terbayar dengan handling serta desainnya yang ergonomis membuat W175 TR sangat jinak untuk diajak bermanuver.

    Kemudian sektor kaki-kaki sebenarnya terasa terlalu kaku (rigid), namun dimaklumi karena memang diperuntukan juga melintasi jalan non-aspal atau bergelombang. Hal ini kamu coba masuk ke jalan tanah dan berbatu, hasilnya suspensi bisa bekerja lebih nyaman untuk tester rider.

    Kesimpulan
    Test Ride Kawasaki W175 TR: Starter dan Gas
    W175 TR benar-benar menawarkan 100 persen keseruan berkendara, dan lupakan fitur-fitur modern yang ada. Rasa senang dan seru mengendarai kuda besi ini benar-benar menjadi nilai utama yang ditawarkan oleh W175 TR. Dengan harga varian standar Rp29,9 juta dan Special Edition dengan harga Rp32,3 juta tampaknya cukup sepadan dengan sensasi yang ditawarkan.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id