Safety Riding

    Benarkah Efek Aquaplaning Tak Berpengaruh untuk Motor?

    M. Bagus Rachmanto - 19 Desember 2019 09:39 WIB
    Benarkah Efek Aquaplaning Tak Berpengaruh untuk Motor?
    Biker wajib hati-hati saat berkendara di Jalan basah. Pinterest
    Jakarta: Kondisi jalanan yang basah membuat biker harus ekstra hati-hati, terutama di saat hujan. Pasalnya efek aquaplaning salah satu yang patut di waspadai saat berkendara di bawah guyuran hujan dengan kondisi jalan penuh genangan air.

    Chief of Trainer Rifat Drive Labs, Herry Wahyudi mengatakan, meski resiko aquaplaning pada sepeda motor memang tidak sebesar pada mobil, namun biker tetap harus mewaspadai.
     
    "Saat hujan, kondisi jalanan yang basah bisa membuat traksi ban berkurang, sehingga bisa menyebabkan tergelincir. Bentuk ban sepeda motor yang lebih kecil dan membulat dibanding ban mobil, membuat risiko aquaplaning kecil," kata Herry saat bincang santai dengan Medcom.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Hal lain yang perlu diwaspadai oleh biker adalah kondisi ban yang sudah botak atau aus. Saat hujan, kondisi ban yang sudah aus sangat berpengaruh terhadap efek aquapaning, lantaran kembangan atau profil ban sudah tidak bisa lagi membuang air dengan optimal, sahingga traksi berkurang.
     
    "Kondisi seperti ini bisa mengakibatkan sepeda motor tidak bisa dikendalikan bahkan hilang kendali, apalagi pada saat pengereman dan pindah jalur," tambah Herry.
     
    Untuk diketahui, usia ban depan motor yang sering digunakan atau yang memiliki jam terbang tinggi dalam keseharian, biasanya tidak lebih dari 1,5 tahun. Sedangkan ban belakang sekitar 10 bulan.
     
    Di tempat terpisah, Ikhsan, mekanik Fortune Ban, menjelaskan terkadang beberapa kondisi ban memang masih bisa diperbaiki. Namun tidak semua kondisi ban bisa diperbaiki dan sebaiknya harus segera ganti. "Kalau ban yang sudah rusak kawatnya pastinya tak layak pakai lagi. Sudah tidak aman. Biasanya ada benjol-benjol di bagian ban." 

    Kemudian untuk ban tubeless, terkadang beberapa hal bisa menyebabkan ban menjadi sobek. Tetapi tidak semua sobekan pada ban dapat diperbaiki. "Ban tubeless kalau sobeknya cuma 1-2 centimeter masih bisa diperbaiki, tapi kalau lebih dari itu lebih baik langsung ganti. Kemudian untuk ban yang sudah sobek, jika pun bisa diperbaiki tetap akan menggunakan ban dalam," jelas Ikhsan.

    Kemudian hal terakhir yang harus jadi perhatian adalah soal kembangan ban. Jangan gunakan ban yang kembangannya sudah habis karena sudah berbahaya. "Kalau ulirnya sudah tidak ada alias permukaan ban sudah halus, sudah saatnya melakukan penggantian. Kalau tidak diganti nanti ban menjadi licin dan mudah slip saat berkendara, karena daya cengkeramnya sudah tidak optimal," tutupnya.
     
    Penting untuk dipahami, untuk ukuran safety penggunaan, ban memiliki indikator tapak ideal atau tread wear indicator di pinggiran ban. Biasanya letaknya di bagian tepi dengan bentuk kode segitiga agak menonjol. Jika ketinggian TWI ini sudah sama dengan tapak bannya, maka itu adalah ciri utama agar ban segera diganti.
     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id