Suzuki Patenkan Mesin Motor Berteknologi Turbocharger

    Ekawan Raharja - 18 Februari 2019 14:21 WIB
    Suzuki Patenkan Mesin Motor Berteknologi Turbocharger
    Mesin dengan turbocharger yang dikembangkan oleh Suzuki. Suzuki
    Hamamatsu: Rumor Suzuki mengembangkan mesin sepeda motor berteknologi turbocharger memang sudah lama terdengar. Tetapi teknologi itu akan segera terealisasi lantaran baru-baru ini beredar paten mengenai mesin dengan sematan turbocharger.

    Mengutip dari Auto.ndtv.com, baru-baru ini terbongkar di dunia maya paten mesin terbaru dari pabrikan asal Jepang tersebut. Dilihat dari gambar di patennya, mesin itu begitu padat dengan adanya sematan turbo.

    Ada kemungkinan mesin itu memiliki kubikasi mencapai 700 cc dengan tenaga 150 daya kuda. Mesin ini seperti yang disematkan di XE7 Concept yang dipamerakan pada 2015 silam.

    Teknologi turbocharger bisa meningkatkan tenaga di mesin dengan memanfaatkan udara buang untuk memutar turbin. Efeknya udara yang masuk bisa dua sampai tiga kali lipat dari daya normalnya.

    Tujuan dari penyematan turbocharger ini adalah menghadirkan mesin dengan kubikasi yang kecil namun memiliki tenaga yang sepadan dengan mesin berkubikasi lebih besar. Kemudian dengan adanya turbocharger bisa meningkatkan efektivitas di berbagai sektor mesin, termasuk di berbagai sistem mekanis.

    Dengan hadirnya paten ini, nasib Suzuki Recursion yang sempat muncul tahun 2013 silam sedikit tercerahkan. Bisa jadi paten mesin ini akan disematkan di sportbike tersebut.

    Belum ada penjelasan secara resmi dari Suzuki mengenai paten tersebut. Cuma bisa saja dalam waktu dekat mesin tersebut dipamerakan di Intermot Jerman atau EICMA di Italia.

    Penyematan turbo di mesin sepeda motor bukanlah hal yang baru di dunia otomotif. Sejarah mencatat ada beberapa sepeda motor juga yang sudah menyematkan teknologi turbocharger seperti Kawasaki Z1R-TC (1978), Honda CX500TC dan Yamaha XJ650LJ Seca Turbo (1982), Honda CX650T dan Suzuki XN85 (1983), hingga Kawasaki GPz750 Turbo (1984).

    Hanya saja nasibnya memang tidak terlalu lama karena berbagai faktor. Cycleworld.com menilai pengembangan mesin turbo ini dilakukan secara tergesa-gesa sehingga menghasilkan turbo lag yang cukup parah hingga panas di mesin membuat pengendaranya tidak nyaman menunggangi kuda besi tersebut. Selain itu muncul juga sepeda motor dengan ukuran mesin lebih kecil namun lebih responsif membuat, perlahan mesin turbo terkikis dan hilang.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id