comscore

Yamaha Bakal Tes Pasar E01 Mulai Juli 2022

Ahmad Garuda - 22 April 2022 16:38 WIB
Yamaha Bakal Tes Pasar E01 Mulai Juli 2022
Motor listrik Yamaha E01 memasuki tahap tes pasar. medcom.id/ahmad garuda
Jakarta: Sehari setelah pengenalan detail teknis Yamaha E01 secara virtual, merek asal Jepang ini menegaskan komitmen mereka untuk elektrifikasi otomotif di Indonesia. Selain menjelaskan secara detail tentang E01, mereka juga menegaskan siap melakukan tes pasar mulai semester kedua tahun ini.

Tes pasar kali ini pun ditegaskan berbeda dengan tes pasar yang dilakukan terhadap e-Vino beberapa tahun lalu. Di momen e-Vino hanya dilakukan di lingkungan terbatas lantaran motornya juga memiliki kemampuan yang terbatas. 
“Tes pasar yang kami akan lakukan nanti untuk E01 ini akan sangat berbeda dengan metode yang kami lakukan untuk e-Vino. Kami meihat kebutuhan penggunaan motor listrik saat ini, bukan lagi hanya penggunaan dalam kota. Tapi orang-orang mulai menggunakan motor ini untuk kepentingan perjalanan antar kota. Makanya akan diujicobakan lebih umum kepada banyak kalangan,” ujar Vice President dan COO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Dyonisius Beti di momen jumpa pers di HO YIMM, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat, 22 April 2022. 

Dyonisius pun menegaskan bahwa metode tes pasar yang akan mereka hadirkan nanti, akan lebih banyak ke khalayak umum. Karena tujuannya memang untuk mengetahui persepsi, karakter dan apa keinginan masyarakat untuk sebuah kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari.

“Kira-kira setelah lebaran Idulfitri kami menunggu lisensi kelayakan jalan motor ini dan sekitar Juli sudah bisa diujicobakan ke masyarakat. Kami tentunya tak menutup kemungkinan jika pemerintah juga ingin berkontribusi, karena penetrasi kendaraan listrik harus dilakukan bersama. Batas waktunya juga akan berlangsung selama setahun. Setelah itu kami lakukan evaluasi sebelum memastikan penjualannya,” lanjutnya.

Seain menegaskan waktu pelaksanaan tes pasar, Yamaha juga menginisiasi motor listrik yang menggunakan baterai fix alias tak bisa menggunakan metode swap baterai layaknya motor listrik yang banyak beredar saat ini. 
 

Menurut President Director PT YIMM, Minoru Morimoto, bahwa baterai di motor listrik itu sifatnya personal. “Kalau baterai menggunakan siatem swap atau ganti pakai, kita tidak pernah tahu soal history penggunaan baterai. Apakah masih bisa mencapai peak performance atau malah sudah drop. Kalau sistemnya fix battery, kita tahu sendiri kondisi motor yang kita gunakan seperti halnya smartphone masing-masing,” tegas Morimoto San.

Terdaftar di kelas 125cc


Dalam pemaparan lanjutan di sesi webinar tersebut, Engineer Project Leader E01 yaitu Takuya Maruo, memaparkan bahwa motor ini akan didaftarkan di segmentasi setara dengan motor skuter matic 125 cc.

"Baterainya memiliki kapasitas 4,9 kWh yang sanggup melepas tenaga sebesar 8,1 kW pada kitiran 5,000 RPM. Bagian yang istimewa adalah karena motor ini sanggup memuntahkan torsi sebesar 30,2 Nm," klaim Maruo.

Torsi yang sangat besar ini nyaris menyamai gabungan torsi 3 unit Nmax. Namun jangan takut, lantaran torsi besar ini akan dikawal oleh fitur kontrol traksi, agar tetap aman. Adapun maksimal kecepatan yang sanggup diakomodasi motor ini adalah 100 km per jam.

Sementara jarak tempuhnya adalah sejauh 100 km sebelum melakukan pengisian ulang baterainya kembali. Jika melihat konfiguasi penempatan baterai, motor ini menempatkan baterainya di bawah dek. Sehingga bobot motor berada di bagian bawah yang membuat motor lebih stabil. 

Begitu juga dengan penempatan dapur pacu listriknya yang berada tepat di belakang baterai. Rotor penggerak yang sejajak dengan pivot lengan ayun, diklaim punya keunggulan tersendiri, terutama membuat penggunaan v-belt lebih stabil. Wajar jika penempatan lengan ayun dialokasikan di bagian tengah, untuk membuat gerak mengayun roda belakang lebih melengkung.

Tiga mode berkendara


Motor ini diklaim punya tiga mode berkendara untuk menyesuaikan dengan kondisi. Tiga mode tersebut adalah mode Power yang mengeluarkan maksimal tenaga dan torsi motor ini yaitu 8,1 kW dan sanggup berakselerasi 30,2 Nm. Kecepatannya bisa menyentuk 100 km per jam dan bisa jadi ini akan mempersingkat jarak tempuhya. 
 

Kemudian mode kedua yaitu Standar dengan tenaga maksimal yang sama dengan mode Power, namun torsinya dikurangi jadi 24,5 Nm. Kecepatan maksimal yang bisa dicapai di mode ini sama dengan mode Power.

Sementara untuk mode Eco, tenaga maksimal yang bisa dikeluarkan hanya 5,4 kW sedangkan, torsinya sanggup menyentuh 21,4 Nm. Tentu ini masih lebih besar dari torsi Nmax. Kemudian mode selanjutnya adalah mode mundur atau reverse. Mode ini hanya bisa mencapai 1 km per jam, karena difungsikan untuk membantu memundurkan kendaraan saja. Terutama ingin keluar dari parkiran dengan memundurkan motor.

Tiga cara pengisian baterai


Cara pertama yang diungkapkan oleh Maruo adalah dengan menggunakan sistem fast charger. Sistem ini sanggup mengisi baterai dari 0 ke 90 persen hanya dalam waktu sejam. Sistem ini biasanya hanya terdapat di main dealer, atau perusahaan yang kerja sama dengan Yamaha untuk penyediaan wall charging ini. 

Kemudian pengecasan normal yang biasanya ada di rumah yaitu dengan daya listrik 200-240 volt. Lama pengisian baterai adalah 5 jam untuk mengisi dari 0-100 persen.

Sedangkan yang ketiga adalah melalui portable charging atau yang biasa dikenal dengan powerbank dengan daya 100-240 volt. Lamanya pengisian baterai bisa sampai 14 jam untuk mengisi dari 0-100 persen. Tapi biasanya penggunaan portable ini hanya untuk membantu melakukan pengisian baterai di lokasi yang tak terdapat listrik saja.

Motor listrik Yamaha E01

(UDA)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id