Industri Otomotif

    Yamaha, Honda, Suzuki dan Royal Enfield Tutup Pabrik di India

    M. Bagus Rachmanto - 25 Maret 2020 13:18 WIB
    Yamaha, Honda, Suzuki dan Royal Enfield Tutup Pabrik di India
    Virus corona memaksa empat pabrikan motor di India tutup. Rideapart
    India: Dampak penyebaran wabah virus Corona di Tiongkok turut mengancam perekomonian negara terdampak dan berimbas ke beberapa sektor industri, seperti otomotif dan teknologi. Demi mencegah penyebaran lebih luas, membuat banyak fasilitas produksi tidak berjalan optimal.
     
    Di Eropa, beberapa pabrikan sepeda motor seperti BMW, Ducati dan KTM telah mengumumkan bahwa fasilitas mereka akan tetap ditutup hingga akhir bulan. Karena jumlah kasus terus bertambah, langkah tersebut bagian dari upaya pencegahan. Termasuk di India, dan dilaporkan beberapa pabrikan motor juga mulai mengambil langkah serupa, meskipun jumlah kasusnya relatif rendah. Yamaha, Suzuki, Honda, dan Royal Enfield masuk dalam daftar yang pabrikan yang tutup sementara atau menangguhkan produksi.

    Honda Motorcycle and Scooter India melaporkan, penutupan itu akan dilakukan hingga 31 Maret 2020, yang melibatkan empat pabrik. Di tingkat dealer, Honda telah memberlakukan protokol wajib yang harus diikuti oleh staf penjualan dalam interaksi mereka dengan pelanggan. Begitu pun dengan Suzuki Motorcycle India, yang tidak menginformasikan batas waktu pnutupan pabriknya.

    Parikan motor Jepang, Yamaha juga melakukan hal yang sama, dengan mengumumkan bahwa fasilitas Greater Noida, Faridabad, dan Chennai akan berhenti sampai 31 Maret 2020. Perusahaan menegaskan telah mengambil langkah-langkah tambahan termasuk sanitasi rutin area kerja dan meningkatkan kesadaran karyawan.

    Produsen lokal lainnya termasuk Royal Enfield dan TVS Motor juga telah menutup fasilitas mereka selama sepekan. Royal Enfield bahkan membagikan pernyataan di media sosialnya yang menegaskan bahwa "Semua toko dan pusat layanan Royal Enfield di seluruh India akan tetap ditutup dari 23 Maret hingga 31 Maret 2020."

    “Ini telah dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesejahteraan semua karyawan, baik yang tetap maupun kontrak. Selama waktu ini, karyawan perusahaan akan terus bekerja dari rumah dan tidak akan ada pengurangan gaji dan tidak ada pengurangan tenaga kerja,” kata perusahaan dalam sebuah pernyataan seperti yang dilaporkan oleh Deccan Herald.

    Sebagian besar perusahaan juga menawarkan pekerja kantor untuk bekerja dari jarak jauh. Beberapa negara bagian India telah mulai merekomendasikan agar kota-kota tertentu dikunci untuk mencoba dan membatasi penyebaran virus.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id