Lalu Lintas

    Pemotor Pelanggar Ganjil Genap Tidak akan Ditilang Sebelum Ada Rambu

    Ekawan Raharja - 08 Juni 2020 16:17 WIB
    Pemotor Pelanggar Ganjil Genap Tidak akan Ditilang Sebelum Ada Rambu
    Peraturan ganjil genap sekarang ini juga menyasar para penunggang kuda besi. AntaraFoto/Indrianto Eko Suwarso
    Jakarta: Pemerintah bakal memberlakukan peraturan ganjil genap bakal menyasar juga para sepeda motor. Meski demikian, para pesepeda motor yang melanggar tidak akan ditilang selama rambu-rambu larangan belum terpasang.
     
    Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, mengaku tidak akan melakukan penindakan terhadap pesepeda motor yang melanggar sistem ganjil genap sebelum ada rambu-rambu yang dipasang.
     
    "Kalau mau ditilang mesti ada aturan lalu lintas berupa rambu-rambu, harus dipasang. Kalau tidak dipasang rambunya berarti sanksi tegurannya PSBB," kata Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.
     
    Mengenai keputusan pemberlakuan sistem ganjil-genap bagi kendaraan roda dua, ia mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mengingat untuk urusan peraturan ini semua berada di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
     
    Dirlantas menambahkan sistem ganjil genap belum diberlakukan hingga 12 Juni karena masih menunggu evaluasi dengan pihak terkait. Rekayasa lalu lintas ini hanya akan diberlakukan jika mulai ada kepadatan dan peningkatan arus lalu lintas.
     
    "Kalaupun memang arus lalu lintas padat, macet, dan volume meningkat, (ganjil genap) akan kita berlakukan kembali," tambahnya.
     
    Dari hasil rapat koordinasi Polda Metro Jaya dan Dishub DKI Jakarta, pemberlakuan sistem ganjil genap untuk sepeda motor masih dalam tahap pembahasan dan belum diberlakukan. Polda Metro Jaya juga telah menyatakan kesiapan untuk mendukung dan melaksanakan penegakan hukum kapanpun Dishub DKI Jakarta memutuskan untuk memberlakukan sistem ganjil genap.
     

    Peraturan Ganjil Genap untuk Motor Ada di Dalam Peraturan Gubernur

    Peraturan ganjil genap sekarang ini juga menyasar para penunggang kuda besi. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2020 tentang PSBB Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Aman, Sehat, dan Produktif.
     
    "Kendaraaan bermotor pribadi berupa sepeda motor dan mobil beroperasi dengan prinsip ganjil genap pada kawasan pengendalian lalu lintas," tulis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Pergub dikutip Medcom.id, Sabtu, 6 Juni 2020.
     
    Pasal 18 ayat 1a berbunyi, "Setiap pengendara kendaraan bermotor beroda empat atau lebih dan roda dua dengan nomor pelat ganjil dilarang melintasi ruas jalan pada tanggal genap". Kemudian, Pasal 18 ayat 1b berbunyi "Setiap pengendara kendaraan bermotor beroda empat atau lebih dan roda dua dengan nomor plat genap dilarang melintasi ruas jalan pada tanggal ganjil."
     
    Pemberlakuan kawasan pengendalian lalu lintas dengan sistem ganjil genap bakal ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI akan menetapkan pedoman teknis mengenai ruas jalan yang memberlakukan sistem ganjil genap.

    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id