Target Pemerintah untuk Produksi Motor Listrik Hingga 2030

    Ekawan Raharja - 10 Januari 2020 09:24 WIB
    Target Pemerintah untuk Produksi Motor Listrik Hingga 2030
    Gesits menjadi salah satu motor listrik yang dipasarkan di Indonesia. Medcom.id/Ahmad Garuda
    Jakarta: Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pasar roda dua, dan pengembangan produksi sepeda motor listrik di Indonesia. Melalui Kementerian Perindustrian, pemerintah bahkan menargetkan Indonesia menjadi pusat kendaraan listrik di kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

    Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menargetkan sekitar 20 persen dari total produksi nasional atau sebanyak 2 juta unit pada tahun 2025 adalah sepeda motor listrik. Dari jumlah tersebut diharapkan terjadi peningkatan hingga tahun 2029, sehingga pada 2030 Indonesia diproyeksikan menjadi pusat kendaraan listrik di kawasan ASEAN.

    “Untuk merealisasikan target tersebut, kami secara agresif mengajak para produsen otomotif agar membuka kegiatan produksi di Indonesia. Pemerintah yakin bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan pada sektor otomotif sehingga target pada tahun 2030 tersebut bukan hal yang mustahil untuk dicapai,” tegas Menperin melalui keterangan resminya.

    Kementerian Perindustrian mencatat, dari sisi produksi dan penjualan sepeda motor nasional sejak tahun 2010 sampai 2018 telah mencapai rata-rata di atas 6,5 juta unit per tahun. Hal ini membawa dampak positif karena banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut.

    Sementara itu, periode Januari-Oktober 2019, produksi sepeda motor tercatat sebanyak 6,2 juta unit, di mana penjualan domestik sebesar 5,5 juta unit dan ekspor sebesar 682 ribu unit. Adapun negara utama tujuan ekspor sepeda motor dari Indonesia di antaranya adalah Filipina, Thailand, Bangladesh, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Jepang, wilayah Eropa Barat, dan wilayah Amerika Latin.

    Demi memuluskan rencana ini, pemerintah berupaya untuk merangsang produksi sepeda motor listrik di Indonesia. Mereka berupaya mempercepat penggunaan kendaraan bermotor berbasis baterai dengan menggandeng sejumlah produsen sepeda motor listrik dan produsen baterai.

    Melalui proyek percontohan, Agus akan mengajak sejumlah merek produsen sepeda motor listrik yang ada di Indonesia. Adapun delapan perusahaan motor listrik yang berpotensi ikut berpartisipasi dalam proyek tersebut yaitu Gesit, VIAR, Selis, MIGO, ECGO, United, Tomara, dan Volta. Sedangkan untuk produsen baterai, Agus berharap LG bisa ikut berpartisipasi dalam proyek percontohan pengembangan sepeda motor listrik di tanah air.

    “Untuk proyek percontohan battery swap akan memanfaatkan fasilitas charging di BSD Serpong, BPPT Serpong, dan BPPT Jakarta. Kemudian LG Chemical dan partner lokal akan membangun fasilitas swap dan charging di Jakarta dan Tangerang,” papar Agus.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id