Custom Bike Builder

    Bertolak dari 'Amrik', Builder Indonesia Boyong Banyak Inspirasi

    Ahmad Garuda - 26 Maret 2020 20:30 WIB
    Bertolak dari 'Amrik', Builder Indonesia Boyong Banyak Inspirasi
    Jakarta: Momentum perjalanan para builder asal Indonesia yang berada di bawah tim Suryanation Motorland ke Amerika Serikat sejak pertengahan Maret 2020 kemarin, akhirnya berakhir. Kegiatan selama lebih dari sepekan tersebut memberikan banyak sekali pengalaman bagi para builder Indonesia yang ikut ke sana.

    Builder tersebut adalah Budi Kurniawan, pemenang SM Battle Medan, Lufti Ardika, pemenang SM Battle Surabaya dan juga Komang Gede Santana, pemenang Committee Pick SM 2019 yang ikut dalam perjalanan kali ini.

    “Tujuan utama dari perjalanan kali ini adalah memberikan kesempatan bagi builder Indonesia untuk melihat secara langsung perkembangan dunia custom di Amerika Serikat yang merupakan salah satu kiblat dunia custom Internasional. Beberapa lokasi dan juga builder yang kami temui di sana menerima kami dengan sangat terbuka dan tidak enggan berbagi kisah pengalaman mereka hingga menjadi sukses seperti sekarang,” ujar SML Committee, Rizky Dwianto melalui keterangan resminya.

    Sejak awal hadir, mereka mengakui punya misi untuk memajukan custom scene di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan kompetisi tahunan SM Battle dan juga mengajak para pemenangnya untuk ikut serta dalam custom show berkelas dunia seperti Yokohama Hot Rod Custom Show, Motor Bike Expo dan Custombike Show. Tujuannya adalah untuk memperkaya wawasan dan menghadirkan inspirasi bagi builder Indonesia.

    Tahun ini, sebenarnya para builder pemenang tersebut, diajak ikut serta di Mama Tried Show di Milwaukee. Meskipun acara tersebut harus ditunda, kesempatan itu tetap memberikan sebuah pengalaman baru bagi para builder Indonesia karena motor-motor yang dibawa dari Indonesia masih sempat untuk dilihat oleh beberapa builder yang ada di lokasi. Banyak dari mereka yang memberikan apresiasi positif mengenai motor-motor tersebut.

    Salah satu yang memberikan pujian adalah co-founder Mama Tried Show, Scott Johnson. “Saya suka dengan gaya custom motor-motor dari builder Indonesia yang ada di sini. Terlihat pengerjaan yang dilakukan sangat rapi dan memiliki teknik finishing yang baik,” ujar Scott.

    Disambut Builder Dunia dengan Tangan Terbuka

    Kunjungan yang mereka lakukan ini memang berada di tengah merebaknya wabah Covid-19 di hampir semua negara di dunia. Namun jadwal kunjungan ke beberapa builder dunia yang ada di Amerika, tak pupus, termasuk ke museum besar Harley-Davidson yang punya sejarah tinggi.

    Mulai dari museum H-D yang mmeperlihatkan perkembangan teknologi dari masa ke masa, mereka bertolak ke Arlen Ness Motorcycle di wilayah San Francisco milik salah satu builder legendaris Amerika Serikat yang kini diteruskan oleh sang anak, Cory Ness. Di sana mereka melihat karya-karya Arlen Ness yang dikenal memiliki karakter khas dan eksperimental.

    Bahkan di sini tim mereka berkesempatan melihat bocoran motor custom yang masih dirahasiakan karena dalam tahap pengerjaan dan nantinya akan diselesaikan langsung oleh Cory Ness.

    Hari berikutnya, mereka mengunjungi Mooneyes Company dan bertemu dengan Shige Suganuma, penerus bisnis perusahaan yang didirikan oleh Dean Moon. Ia banyak menceritakan kisah sukses Dean Moon dalam membangun bisnis Mooneyes yang berdiri sejak pertengahan tahun 1950-an.

    Puas berkunjung ke Mooneyes, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu motorcycle enthusiast dunia, David Freston alias Chopper Dave. Melihat motor-motor builder Indonesia, Ia memberikan tanggapan bahwa hasil karya builder Indonesia memiliki kualitas yang tak kalah dengan beberapa motor custom yang pernah dilihatnya.

    Masih di Los Angeles, para builder Indonesia ini juga berkunjung ke Chabott Engineering milik Shinya Kimura, seorang builder yang dikenal berdedikasi tinggi terhadap kualitas motor yang dibuatnya. Ia bercerita mengenai pilihannya untuk bekerja sendiri demi menjaga kualitas motor garapan meskipun membutuhkan waktu lama untuk membangun sebuah motor.

    Builder lain yang juga sempat dikunjungi adalah Yaniv Evan, pemilik dari Powerplant Motorcycles Karyanya banyak dipengaruhi oleh kultur hot rod dan dunia penerbangan. Ia menjelaskan bagaimana dirinya membuat sendiri berbagai part untuk motor, mulai dari frame, sistem rem, sampai ke beberapa part mesin.

    Perjalanan terakhir ditutup dengan menjelajah Kota Los Angeles bersama dengan Bucek yang menjadi road captain. Rombongan melakukan perjalanan selama sekitar 6 jam dan  melewati beberapa landmark populer serta tempat-tempat historis dan legendaris di Los Angeles seperti Hollywood Sign, Mullholand Drive, dan juga Neptune’s Net.

    “Pengalaman yang saya dapatkan selama perjalanan kali ini sangat berkesan sekali, mulai dari mengunjungi Musem Harley-Davidson, melihat karya dari Arlen Ness sampai touring di Los Angeles yang masih seperti mimpi bagi saya,” ujar Budi Kurniawan.

    Senada dengan Budi, Lufti Ardika menambahkan pengalaman bertemu dengan sosok seperti Shige, Yaniv dan juga Chopper Dave meningkatkan semangatnya untuk bisa konsisten dalam berkarya. “Setelah bertemu dengan tokoh-tokoh besar di dunia custom, saya tak hanya mendapat inspirasi dari sisi desain, tapi juga strategi untuk mengembangkan bisnis di dunia custom,” tambah Lufti Ardika.

    Den Dimas, motovlogger yang merupakan bagian dari tim Suryanation Motorland, juga mendapatkan ilmu dari sisi bisnis, “Saat mengunjungi Arlen Ness Motorcycle, saya belajar tentang bagaimana sebuah brand custom bisa bertahan dan menjadi besar.” Ia menambahkan, “Perjalanan di Amerika ini sangat memorable dan seru. Saya bangga bisa menjadi bagian tim yang membawa 4 motor karya builder Indonesia ke Amerika.”

    Komang Gede Santana bahkan merasa tidak percaya bisa langsung datang ke Chabott Engineering milik Shinya Kimura, builder yang sangat ia kagumi dan menjadi salah satu inspirasinya dalam membuat sebuah motor.

     “Meski perjalanan kali ini lebih singkat dari rencana awal, kami berusaha untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin sehingga tetap bisa memberikan pengalaman dan juga perjalanan yang tidak terlupakan bagi seluruh peserta. Selain itu, kami juga berharap bisa memberikan motivasi dan juga dorongan bagi mereka untuk tetap berkarya,” tutup SML Committee, Rizky Dwianto.

    Perjalanan seperti ini juga dilakukan beberapa builder dari roda empat. Misalnya dari ajang Indonesia Modification Expo (IMX) yang mulai konsisten membawa builder custom car nasional untuk berkompetisi di ajang dunia.

    (UDA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id