Hindari Pakai Ban Vulkanisir untuk Motor

    Ahmad Garuda - 22 Februari 2019 17:21 WIB
    Hindari Pakai Ban Vulkanisir untuk Motor
    Hindari menggunakan ban vulkanisir untuk motor. medcom.id/Ahmad Garuda
    Jakarta: Salah satu solusi mudah yang kerap ditempuh para bikers saat ban motornya sudah mulai gundul (ulirnya sudah tak ada) dan sedang cekak adalah, membeli ban bekas atau vulkanisir. Meski bisa digunakan untuk sementara waktu, namun sadar atau tidak ada potensi bahaya yang besar di sana.

    Menurut Departement Training & Sales Dunlop Indonesia, Dwi Ibnu Baskoro, bahwa penggunaan ban vulkanisir tujuannya untuk penggunaan di kendaraan roda empat. Itu pun sebenarnya untuk sementara saja, alias bukan ban utama. Mengingat permukaan ban tambahan itu merupakan tambalan ke permukaan ban asli yang ulirnya sudah aus.

    "Ban vulkanisir peruntukannya bukan untuk motor. Kalau pun ada yang menggunakannya untuk motor, tentu itu adalah hal yang kurang tepat. Potensi tergesernya permukaan ban buatan dari posisinya sangat besar. Karena permukaan ban motor itu lebih melengkung. Berbeda dengan tapak ban mobil yang rata dari kiri ke kanan. Sementara gaya tekan ke bawa juga konstan, sehingga membuat perekat antara permukaan buatan dengan permukaan yang sudah aus lebih baik," ujar Ibnu.

    Sayangnya, kesadaran masyakat untuk tidak menggunakan ban hasil vulkanisir untuk motor, masih sangat kurang. Masih banyak dijumpai di pinggir jalan, penjual ban bekas yang beberapa di antaranya sudah mengalami proses vulkanisir.

    Sebagian besar alasan para pengguna ban vulkanisir tersebut berdalih soal harga yang lebih murah dari pada ban yang benar-benar baru atau belum pernah dipakai. Apalagi jika Anda yang punya gaya berkendara sedikit urakan, maka penting untuk selalu memperhatikan kondisi ban selalu prima.

    Namun tidak menutup kemungkinan jika dibuat dengan teknologi yang bagus, proses rekondisi ban ini juga patut dilirik. Tapi soal kondisi dinding ban, tentu tidak bisa dibohongi. Mengingat karet ban yang sudah lama, sangat berpotensi mengalami pecah-pecah karena panas dan material karetnya memang sudah tidak solid lagi.

     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id