Siap Menghadapi Musim Hujan, Biker Wajib Melakukan Hal Ini

    M. Bagus Rachmanto - 14 November 2019 09:14 WIB
    Siap Menghadapi Musim Hujan, Biker Wajib Melakukan Hal Ini
    Sebisa mungkin biker menggunakan rem belakang saja saat hujan. MI/Ramdani
    Jakarta: Musim hujan datang lagi. Bagi biker, musim hujan artinya membutuhkan perlengkapan berkendaran dan konsentrasi yang ekstra. Lantaran saat hujan, jalan yang licin serta adanya genangan berpotensi membahayakan saat berkendara.
     
    Untuk itu Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya megimbau dan berbagi tipsnya agar biker berhati-hati ketika berkendara di musim hujan.
     
    Dikatakan, sebelum berkendara agar biker memeriksa bagian lampu, apakah semua berfungsi dengan baik. Tujuannya untuk membantu Anda melihat di jarak pandang yang terbatas karena hujan, dan agar pengendara lain melihat motor Anda. Diimbau untuk tetap menyalakan lampu utama meskipun siang hari.

    Kemudian cek kondisi tekanan angin ban dan kedalaman alur ban. Tekanan angin ban yang cukup dan alur ban yang masih baik akan menghindari motor tergelincir atau slip pada saat hujan.
     
    Periksa juga komponen kendaraan seperti setang, rem, gas maupun kopling apakah sudah dalam kondisi baik. Penting untuk merawat ekstra selama musim hujan, untuk mengantisipasi keadaan darurat atau akibat kesalahan orang lain yang dapat menyebabkan kecelakaan.
     
    Gunakan alas kaki yang aman dan tidak licin. Siapkan jas hujan yang berbentuk baju dan celana, karena lebih aman dibandingkan yang berbentuk ponco.
     
    Jaga jarak aman antar kendaraan. Pada saat hujan jarak aman pengereman kendaraan membutuhkan jarak yang lebih jauh dibanding kondisi jalan kering.
     
    Terkahir jangan sembarang menerobos genangan air, karena kita tidak tahu kedalamannya. Hal ini bisa mengakibatakan kendaraan Anda mogok atau terperosok ke dalam lubang yang mungkin ada di dalam genangan air tersebut.

    Seperti yang dipaparkan Jusri Pulubuhu, HSE dan Training Director di Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), bahwa ukuran ban harus sesuai ukuran standar. Dia menghimbau untuk tidak mengganti ukuran ban motor dengan ukuran yang lebih kecil.

    "Jangan menggunakan ban ukuran kecil pada motor. Penggunaanya bisa membuat kendaraan menjadi lebih licin dan mudah slip," papar Jusri Pulubuhu saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Jusri menambahkan bahwa menggunakan ban ukuran kecil sangat tidak dianjurkan. Terlebih jika mesin sudah di bored-up dan tenaga yang dihasilkan pun meningkat.

    "Melakukan modifikasi seperti apapun sah-sah saja jika untuk keperluan display. Tapi kalau untuk dipakai berkendara, sebaiknya tetap memperhatikan safety berkendara," pungkasnya.

    Selain lebih licin jika menggunakan ban dengan profil yang lebih kecil dan tipis saat musim hujan, juga membuat bantingan motor jadi lebih liar. Pengendara akan gampang kehilangan kendali ketika berada di jalan yang tak rata.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id