Ini Dia Pemilik Harley-Davidson Selundupan di Pesawat Garuda

    M. Bagus Rachmanto - 06 Desember 2019 11:57 WIB
    Ini Dia Pemilik Harley-Davidson Selundupan di Pesawat Garuda
    Harley-Davidson yang ditemukan di pesawat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Medcom/Annisa Ayu
    Jakarta: Penemuan onderdil Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat baru milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., beberapa waktu lalu, cukup menarik perhatian masyarakat dan mewarnai pemberitaan dalam beberapa hari terkahir.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kronologi penemuan onderdil Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat baru milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Penemuan di pesawat Airbus A330-900 dilakukan oleh Bea Cukai Soekarno Hatta pada Minggu, 17 November 2019.
     
    Dalam manifest penumpang pesawat tersebut, dinyatakan ada 22 orang yang diangkut dari Prancis. Namun tidak ada barang bawaan dalam kargo yang diangkut oleh pesawat yang baru didatangkan oleh Garuda tersebut.
     
    "Kargonya nol tidak ada, namun pemeriksaan dari Bea Cukai pada pesawat tersebut pada bagian kabin kokpit dan kabin peswat tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan dan tidak ditemukan barang kargo lainnya," kata dia dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Desember 2019.

    Namun setelah dilakukan pemeriksaan di lambung pesawat, petugas Bea Cukai menemukan adanya sejumlah koper penumpang dan 18 boks. Menurutnya, barang temuan tersebut tidak disertai dengan custom declaration ataupun keterangan lisan dari pemilik barang.
     
    "Jadi berdasarkan 18 kotak tersebut maka ditemukan 15 boks claimtag SAW, yaitu berisi motor Harley-Davidson bekas dengan kondisi terurai. Kemudian tiga lainnya dengan claimtag LS berisi dua sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesorinya," jelas dia.
     
    Dari pemeriksaan yang dilakukan, saudara SAS (sebelumnya disebut SAW) mengaku bahwa barang dibeli melalui situs jual beli online e-Bay. Namun ketika dilakukan penelusuran lebih lanjut, petugas Bea Cukai tidak menemukan penjual yang dimaksud.

    Akhirnya diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir langsung mengumumkan pemilik motor Harley-Davidson ilegal yang diangkut melalui pesawat baru Garuda Indonesia dari Prancis ke Indonesia adalah milik I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara.
     
    Erick membeberkan kronologi penyelundupan Harley-Davidson klasik tersebut. Bermula pada tahun lalu Ari Ashkara atau yang disebut AA selanjutnya meminta seseorang untuk mencarikan motor Harley Davidson klasik jenis softail head.
     
    "Detail informasinya adalah sebagai berikut. Saudara AA memberikan instruksi untuk mencari motor klasik Harley-Davidson tipe softail head di 2018," kata Erick saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

    Kemudian orang suruhan AA tersebut mencarinya dan mendapatkan motor tersebut. Pembayaran dilakukan AA melalui transfer ke rekening pribadi milik manajer keuangan Garuda Indonesia di Amsterdam.
     
    "Pembelian dilakukan pada April 2019. Proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi finance manager Garuda di Amsterdam. Saudara IJ membantu mengurus pengiriman dan lain-lain," tutur dia.
     
    Menurutnya, proses pembelian Harley ini telah mencoreng citra perusahaan BUMN. Pasalnya dilakukan secara sistematis dan berencana. Pembelian motor ini pun dilakukan tidak oleh individu, tetapi bersama-sama pejabat Garuda Indonesia.
     
    "Ini yang pasti Ibu (Sri Mulyani) sangat sedih dan saya sangat sedih ketika kita ingin mengangkat citra BUMN, membangun kinerja BUMN, tapi kalau oknum-oknum di dalamnya tidak siap, ini lah yang terjadi," ucap dia.
     
    Atas sikap ini, Erick secara langsung memberhentikan AA dari jabatannya sebagai direktur utama Garuda Indonesia. "Dengan itu saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara direktur utama Garuda," pungkasnya.
     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id