Penyelundup Harley-Davidson Harus Kena Pidana

    Ekawan Raharja - 10 Desember 2019 08:44 WIB
    Penyelundup Harley-Davidson Harus Kena Pidana
    Harley-Davidson FLH Electra Glide Shovelhead yang diselundupkan oleh Eks Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara. Medcom.id/Anissa Ayu
    Jakarta: Kasus penyelundupan Harley-Davidson dan Brompton oleh eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara), mengundang banyak perhatian. Bahkan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo (Bamsoet), juga turut memberikan pendapat terhadap kasus penyelundupan barang mewah ini.

    Bamsoet berpendapat bahwa tindakan dari Ari Askhara sudah termasuk tindak kejahatan pindana. Sehingga hukuman yang harus diterima oleh Ari Askhara tidak hanya sekadar pemecatan di Garuda Indonesia.

    "Jadi terkait dengan perilaku Dirut Garuda Indonesia, bagi kami tidak cukup dipecat tetapi harus dijelaskan pidananya karena penyelundupan itu pidana," ungkap Bamsoet dilansir dari Metro Tv.

    Pria yang memiliki mobil listrik Tesla ini juga meminta kepada Menteri BUMN, Erick Tohir, untuk melanjutkan penyelidikan. Bahkan mendorong kasus penyelundupan ini ke meja hijau.

    Di sisi lain, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Saputra Hasibuan, juga berpendapat Bareskrim Polri diminta segera mengambil alih kasus penyelundupan motor besar Harley Davidson dan sepeda Brompton. Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
     
    "Polda Metro Jaya bisa, Bareskrim juga bisa. Namun, kalau melihat kasusnya yang begitu besar, saya mengharapkan Bareskrim saja," kata Edi Saputra Hasibuan dikutip dari Antara.
     
    Bareskrim didorong segera melakukan koordinasi dengan Ditjen Bea dan Cukai guna mengembangkan kasus. Polisi, kata dia, bisa menggarap kasus ini dari sisi pidananya.

    Garuda Indonesia menjadi sorotan setelah penyelundupan motor Harley-Davidson FLH Electra Glide Shovelhead produksi 1970-an dan dua sepeda lipat Brompton terbongkar. Kendaraan itu ditemukan di dalam pesawat baru Garuda jenis Airbus A330-900 seri Neo dari Toulouse, Prancis, Sabtu 16 November 2019.
     
    Harga motor Harley itu berkisar Rp200 juta sampai dengan Rp800 juta. Sementara itu, nilai sepeda Brompton berkisar antara Rp50 juta hingga Rp60 juta per unitnya. Total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta sampai Rp1,5 miliar akibat kasus ini.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id