Teknik Aman Memegang Kemudi dan Rem Sepeda Motor

    M. Bagus Rachmanto - 19 November 2019 10:52 WIB
    Teknik Aman Memegang Kemudi dan Rem Sepeda Motor
    Teknik mengenggam handle bar setang motor harus dilakukan dengan tepat agar berkendara lebih aman. Youtube
    Jakarta: Menggunakan sepeda motor dalam beraktifitas sehari-hari, menjadi sebuah kebutuhan bagi mayoritas masyarakat perkotaan. Namun sayang, keterampilan berkendara masih sangat minim dimiliki oleh banyak orang. Kebanyakan bermodalkan bisa mengendarai motor saja dan mengacuhkan sisi keselamatan berkendara.
     
    Salah satu hal yang penting adalah cara menggenggam setang motor atau handle bar alias kemudi sepeda motor.
     
    “Memang terlihat sepele, tapi ketika teknik mengenggam handle bar tidak dilakukan dengan tepat, bisa meningkatkan risiko berkendara. Posisi masing-masing tangan harus mengepal dan cengkeraman setang dengan kuat namun rileks," jelas Chief of Trainer Rifat Drive Labs, Herry Wahyudi saat ditemui Medcom.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.
     
    Selain itu posisi lengan juga harus sedikit ditekuk yang sekaligus berfungsi sebagai suspensi tubuh kita, serta untuk mendapatkan kekuatan pegangan di bagian pundak.
     
    "Tangan harus selalu dikepal saat menggemgam handlebar, untuk melakukan pengereman gunakan dua jari, tapi hanya saat dibutuhkan saja," sambungnya.
     
    Herry mengimbau untuk menghindari kebiasaan meletakkan tangan di tuas rem, karena dikhawatirkan ada gerakan reflek yang merupakan gerak bawah sadar kita. Yang juga tak kalah penting adalah posisi kaki yang harus selalu ke arah depan dan menyatu dengan motor.
     
    Cara memegang setang sepeda motor, ternyata ada gayanya juga. Termasuk dalam hal gaya dalam melakukan pengereman. Namun di Indonesia, gaya ini tidak bisa dibilang pakem, lantaran ini sangat berbeda dengan cara berkendara aman di jalan raya.
     
    Diungkapkan oleh Owner Safety Defensive Consulting Indonesia (SDCI), Sonny Susmana, bahwa cara memegang setang kendaraan pada umumnya ada dua macam.
     
    "Cara yang pertama adalah beberapa jari stand-by di tuas rem atau kopling untuk tangan kiri yang biasa disebut dengan Japanese Style. Lalu ada juga yang stand-by di setang (tanpa memegang tuas rem), biasanya disebut dengan American Style. Keduanya adalah mengaplikasikan standar berkendara aman," jelas Sonny.
     
    Namun, pria ramah itu menegaskan bahwa untuk orang Indonesia, jari yang terlihat stand-by di tuas rem itu adalah ciri bikers yang agresif. Mereka cenderung terlihat buru-buru dalam berkendara dan tentu ini meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
     
    "Ya itu adalah ciri khas masyarakat kita saat berkendara menggunakan sepeda motor. Misalnya di lampu merah, selalu ingin jadi yang terdepat dan akhirnya tangan itu selalu stand-by di tuas pengereman."
     
    Ia menegaskan bahwa menjaga disiplin saat berkendara itu adalah hal yang sangat sulit. Terlebih jika memang sudah terbiasa menggunakan sepeda motor dengan kecepatan yang tidak disesuaikan kondisi lalu lintas.

    Hal kedua yang ia garis bawahi adalah soal melampiaskan kemarahan saat berkendara. Menurutnya, ini jadi hal yang sangat berbahaya. Jalanan adalah tempat yang paling banyak menelan korban jiwa. Ada baiknya merelakan jika ada yang menyusul dengan cara membahayakan dan tetap fokus dalam berkendara.


    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id