• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Tips Knowledge

Modifikasi Sistem Pengapian? Haram Potong Elektroda Busi

M. Bagus Rachmanto - 10 Oktober 2018 08:29 wib
Pilih busi sesuai dengan kebutuhan mesin motor Anda. SM
Pilih busi sesuai dengan kebutuhan mesin motor Anda. SM

Jakarta: Dalam dunia modifikasi, banyak cara dilakukan untuk meningkatkan performa mesin sepeda motor. Salah satunya adalah dengan cara meningkatkan kinerja pengapian agar menghasilkan api yang besar.

Menurut Aftermarket Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, sebelum melakukan modifikasi pada bagian pengapian itu kita harus tahu dulu bagaimana cara kerja pengapian.

"Busi punya peran vital yang berfungsi sebagai pemantik bunga api dalam ruang bakar mesin, ketika Udara dan bahan bakar bercampur," kata Diko kepada Medcom.id, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Diko sekali lagi menegaskan, busi itu berfungsi menghasilkan listrik agar terjadi api, bukan menghasilkan api. Kemudian dijelaskan, pembesaran api di kepala busi sangat dipengaruhi oleh bentuk material bahan dan elektroda (elektroda pusat dan elektroda ground). 

"Kita harus tahu dulu faktar mana yang sangat mempengaruhi proses pengapian, faktornya apa, saya kira kita harus tahu dulu. Sebetulnya busi sudah diciptakan dengan banyak varian pilihan, kita tinggal pilih mau variasai yang mana, ada model Nickel, G-Power hingga Iridium," jelasnya.

Dengan memilih varian sesuai dengan kebutuhan kendaraan bermotor Anda, adalah salah satu cara untuk menghindari modifikasi ekstrim yang salah. "Saya pernah bertemu dengan modifikasi yang memotong bagian electrokda-nya, yang katanya tujuannya untuk memperbesar api. Padahal ini hal yang salah, karena durability-nya tidak dapat."


(UDA)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.