Pentingnya Adaptasi Gaya Balap di Moto2

    Ahmad Garuda - 06 Mei 2021 15:34 WIB
    Pentingnya Adaptasi Gaya Balap di Moto2
    Adaptasi cepat dengan motor penting di balap Moto2. FOGM2



    Banyak hal yang jadi pertanyaan ketika kemenangan diraih oleh seorang pembalap di ajang balap Moto2. Lantaran spesifikasi motor memiliki perbedaan tipis. Meski demikian, tak jarang seorang pembalap mampu tampil dominan seperti yang dirasakan oleh Fabio di Giannantonio (Diggia) saat meraih kemenangannya di ajang balap Moto2 Jerez, Spanyol (2/5/2021).

    Saat berbicara kepada Medcom.id dalam diskusi khusus jurnalis hari ini Kamis (6/5) pembalap yang mengaku membalap dengan hati dan optimisme tinggi meraih kemenangan itu, menegaskan soalpentingnya adaptasi. Mengingat tidak sedikit juga perubahan yang dilakukan tim di motor mereka dari versi tahun lalu.

     



    "Banyak hal yang berubah di motor, tapi itu tidak bisa kami setup dan sesuaikan lebih jauh dari sisi teknis dan mekanikal. Termasuk pilihan ban karena hanya ada dua opsi saja bagian depan dan belakang juga begitu hanya ada dua pilihan. Hal terpenting adalah bagaimana caranya beradaptasi dengan cepat ke karakter motor," ujar Diggia ketika menjawab pertanyaan.

    Kegirangan yang Ia rasakan saat meraih kemenangan pertamanya di Moto2 tersebut, juga menjadi indikasi bahwa penting untuk tetap meraih kemenangan bagaimana pun caranya. Namun Ia menggarisbawahi soal pentingnya berkendara konsisten dan tak memaksakan performa motor di pertengahan balapan.

    "Penting untuk memahami itu, karena konsistensi ini yang akan membawa kita kepada kata menang. Contohnya di balap Jerez kemarin, itu selain melakukan start yang bagus, saya juga mengendalikan motor dengan cara sehalus mungkin. Ini untuk menghindari ban aus lebih cepat namun tetap aman dari kejaran pembalap di belakang."

    Manager Federal Oil Gresini Moto2, Carlo Melini, menambahkan bahwa selain adaptasi pembalap, kerja keras tim mereka juga patut diacungi jempol. Mereka bekerja keras mencari setup yang tepat buat kedua pembalapnya, yang kebetulan Diggia yang lebih dulu menemukan setelan terbaiknya. Sementara Niccolo Bulega, rekan setim Diggia belum bisa memaksimalkan performa terbaik motornya.

    Kemenangan ini juga membuat pemilik brand Federal Oil sebagai sponsor utama tim asal Italia tersebut, sangat girang. Ia bahkan punya target besar jika Diggia berhasil tampil konsisten meraih hasil bagus. Meski pertarungan tidak akan mudah, namun tampil kompetitif di beberapa seri awal, setidaknya jadi cerminan harapan mereka bisa terwujud.

    "Saya hampir lupa senangnya saat pembalap tim yang kami sponsori meraih kemenangan, karena rasanya sudah lama sekali pembalap kami belum tampil kompetitif terakhir kali di 2016 melalui Sam Lowes. Kemenangan ini jelas membuat kami sangat senang. Kalau bisa tampil konsisten, saya rasa Diggia bisa memberikan hasil positif di akhir musim. Setidaknya sebelum Ia merangkak ke kelas di atasnya. Untuk target kami selanjutnya, ya nantilah," klaim Executive Chairman PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) dan PT Federal Karyatama (FKT), Patrick Adhiatmadja.

    Sejak 2019 kejuaraan dunia Moto2, menggunakan mesin dari Triumph dengan kapasitas mesin 765 cc dengan konfigurasi 3 silinder. Tim FOGM2 adalah satu dari beberapa tim yang menggunakan rangka dari Kalex dan ini adalah tahun kedua motor tersebut disempurnakan performanya. Sehingga bisa dikatakan, Diggia adalah salah satu pembalap yang cukup cepat dalam beradaptasi.

    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id