Safety Riding

    Jokowi Blusukan Pakai Motor, Pas Pakai Model Dual Purpose

    Ekawan Raharja - 28 Desember 2019 23:44 WIB
    Jokowi Blusukan Pakai Motor, Pas Pakai Model Dual Purpose
    Jokowi sebaiknya menggunakan sepeda motor model dual purpose ketika blusukan. AntaraFoto/Puspa Perwitasari
    Jakarta: Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kerap melakukan kunjungan kerja dengan menggunakan sepeda motor. Melihat gayanya yang acap menunggangi kuda besi, menarik praktisi safety riding dan memberikan saran untuk motor yang digunakan oleh Jokowi.

    Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, melihat mobilitas Jokowi sebagai presiden sangat tinggi karena berkunjung ke berbagai daerah dengan berbagai kondisi jalanan. Menurutnya, sepeda motor yang cocok untuk digunakan presiden adalah model dual purpose.

    "Soal safety, motornya seharusnya dual purpose. Saya melihat kebutuhan sepeda motor bapak presiden yang cukup berkecepatan rendah, enteng, dan akses-able digunakan," ungkap Jusri Pulubuhu kepada Medcom.id Sabtu (28/12/2019) di Jakarta.

    Bahkan secara spesifik, pria yang sudah berkecimpung di dunia safety riding selama puluhan tahun ini menyarankan kepada Jokowi menggunakan Kawasaki KLX 150 atau Honda CRF 150L. Menurutnya kedua sepeda motor ini memiliki bobot di bawah 125 kilogram dan cocok untuk orang nomor satu di Indonesia.

    "Kalau melihat kompetensi, postur, kebutuhan, serta skill dari Jokowi, cocok untuk gunakan KLX 150 atau CRF 150L."

    Jusri juga memberikan komentar mengenai aksi Jokowi menggunakan Kawasaki W175 custom ketika meninjau Trans Kalimantan, dan terdapat jalanan offroad. Menurutnya sepeda motor custom yang digunakan oleh Jokowi tidak tepat dan berbahaya.

    "Kalau saya lihat di video, itu jalanan offroad berupa tanah yang di bawahnya sudah keras namun di permukaan atasnya licin. Pakai sepeda motor itu tidak cocok, apalagi ban yang digunakan ban onroad. Saya takut bapak presiden jatuh dan cedera."

    "Memang perjalanan itu tidak kencang dan sudah dikawal oleh Paspampres. Tetapi jika kita ambil saja kecepatan 20 kilometer per jam dan terjatuh, resikonya bisa cidera lecet, keseleo, atau patah tulang," tegasnya.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id