Ini yang Harus Dilakukan saat Motor Ingin Berbelok

    M. Bagus Rachmanto - 19 Oktober 2019 11:37 WIB
    Ini yang Harus Dilakukan saat Motor Ingin Berbelok
    Hidupkan lampu sein tiga detik sebelum bermanuver di jalan raya. Honda
    Jakarta: Melakukan manuver saat di jalan, berpindah jalur atau berbelok, memang lazim dilakukan pengguna jalan. Sebelum melakukan manuver, pengemudi harus menghidupkan lampu sein di sepeda motornya.
     
    Terus kapan sebaiknya kita menghidupkan lampu sein? "Apabila kita ingin berbelok atau mengubah arah sebaiknya memberi sinyal dengan menyalakan lampu sein tiga detik sebelum berbelok ke arah yang dituju," ujar Instruktur Safety Riding PT Astra Internasional (Main dealer Honda Irian Jaya), Irfandy Achmad, seperti dikutip dari laman resmi Honda.
     
    Hal ini dilakukan agar orang yang ada di sekitar kita tahu bahwa sepeda motor ini akan bermanuver. Sehingga pengendara yang ada di belakang bisa mengantisipasi dan memberikan jalan.

    Selain itu, alasan tiga detik ini juga terkait dengan kemampuan manusia berfikir. Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa manusia membutuhkan waktu minimal tiga detik dari menerima informasi sampai berekasi.

    "Pertama pengemudi pasti melihat, kemudian signal ini di kirim ke otak dan akan diolah untuk keputusan yang harus di ambil. Jika harus melakukan pengereman, maka otak akan menyuruh kaki dan tangan untuk mengerem. Ini memerlukan waktu minimal tiga detik," terang pria yang sudah 30 tahun lebih menggeluti dunia safety driving dan riding.
     
    Kemudian Ifandy Achmad juga mengingatkan sebelum berbelok lihat juga kondisi di sekitar, khususnya ke belakang melalui kaca spion. Jangan lupa kepala ikut juga menoleh untuk melihat titik blind spot spion.

    Selain memperhatikan titik blind spot yang tak kalah penting adalah tentang teknik riding saat di tikungan. Lantaran dalam prakteknya, tak sedikit pengendara sepeda motor yang masih kurang paham tentang teknik berkendara yang aman. Salah satunya batas aman kecepatan saat akan berbelok di tikungan tajam dengan kecepatan maksimal 30-40 km per jam.
     
    Hal yang paling utama untuk melewati tikungan dengan aman adalah pastikan batas kecepatan dan pandangan yang selalu ke depan. Hal itu untuk memastikan kondisi jalan dan lingkungan sekitar.

    Pada saat menikung, bagian roda yang menempel dengan permukaan jalan akan menjadi lebih sedikit bila dibandingkan dengan saat berjalan lurus. Oleh sebab itu, hindari penambahan atau pengurangan secara mendadak ketika sedang menikung.

    Jusri menjelaskan, lebih baik kurangi kecepatan sebelum masuk tikungan kemudian menikung dengan kecepatan konstan, dan tambah kecepatan setelah keluar dari tikungan.
     
    "Kecepatan yang aman saat di tikungan tajam jangan lebih dari 30-40 km per jam. Jangan menekan kopling saat menikung karena akan terjadi free wheel alias tak ada efek engine brake atau lost traction." 



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id