Agresif Saja Tak Cukup, Diggia Wajib Kejar Podium

    Ahmad Garuda - 21 September 2021 11:44 WIB
    Agresif Saja Tak Cukup, Diggia Wajib Kejar Podium
    Agresif saja tak cukup, setelan motor dan skill ikut menentukan hasil di Moto2 Misano. FOGM2



    Fabio Di Giannantonio pembalap andalan Federal Oil Gresini Moto2 yang start dari posisi sembilan, memang masih berhasil mempertahankan posisinya hingga finis di balapan Moto2 San Marino 2021, Minggu, (19/9). Namun cukup disayangkan, lantaran agresif saja tak cukup, setelan yang pas juga sangat berpengaruh.

    Sepanjang 25 lap mengelilingi sirkuit Misano sepanjang 4.226 meter, pembalap yang akrab dipanggil Diggia tersebut sempat keluar dari sepuluh besar akibat banyak pembalap yang sangat agresif di tikungan pertama. Kemampuan Diggia mengenal Sirkuit Misano, hanya membantu finish di posisi sembilan.

    Federal Oil Marketing General Manager PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, Hasril Arsyad mengatakan performa pembalap FOGM2 Diggia dan Nicolo Bulega yang telah membalap dengan hati, patut diacungi jempol. "Diggia kembali menujukkan konsistensinya dengan meraih posisi ke-9 dan masih bisa mempertahankan posisi di klasemen Moto2 2021," ujar Hasril Arsyad.

    BACA JUGA:
    Pembalap Indonesia Dapat Nasihat dari Marquez & Espargaro

    "Kami yakin di seri berikutnya pada Moto2 Amerika kedua pembalap bisa hasilkan poin lebih besar." Diharapkan tambahan poin besar bisa semakin membuat bangga tim dan para penggemar Moto2 di seluruh Indonesia.

    Diggia yang pada musim 2022 akan berkarir di kelas MotoGP bersama Gresini Racing mengakui hasilnya tak sesuai pengharapan terutama mengingat seri ini dilakukan di kampung halamannya sendiri.

    "Saya berharap hasilnya lebih bagus di balapan karena saat warm-up hasilnya sangat bagus. Tapi saat balapan kali ini sangat cepat dan saya kehilangan beberapa poin karena mulai bersama saat awal balapan. Kita masih perlu ada penyesuaian di setelan motor, sehingga perlu kerja lebih keras lagi untuk mengembalikan ke level yang diharapkan," ungkap pembalap bernomor 21 ini.

    "Dari data sudah terlihat jelas kami bisa dapat hasil seperti FP3, namun saat balapan dan kami mengganti ban itu mengubah performa motor. Sangat disayangkan, karena di sesi warm-up bisa melaju bagus, tapi catatan waktunya dibatalkan. Mencoba bertahan di 10 besar namun di balapan kita terkendala dan cukup berisiko untuk melaju lebih kencang," jelas Bulega yang finish di posisi 17.(UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id