Intip Modifikasi Moto Guzzi Bergaya Cafe Racer

    M. Bagus Rachmanto - 11 November 2019 13:23 WIB
    Intip Modifikasi Moto Guzzi Bergaya Cafe Racer
    Moto Guzzi V9 gaya cafe racer racikan Swiss. Visordown
    Zurich: Moto Guzzi V9 merupakan motor sport bergaya klasik, dengan ciri khas mesin berkonfigurasi V. Jarang sekali orang menjadikan motor ini sebagai basis modifikasi.
     
    Tapi yang dilihat oleh Gannet Design dan Fuhrer Moto di Swiss berbeda. V9 punya banyak potensi untuk digali, ya meski semua motor pun begitu, sebagai modal modifikasi.

    Desain yang diajukan bertema cafe racer. Pasukan Fuhrer Moto pun langsung membuang banyak bagian sasis bawaan motor. Mereka ingin motor ini rapi dan menjadi sebuah cafe racer yang ringan.
     
    Seluruh sasisnya dibuat sendiri, buritan dibuat pendek demi jok egois. Paduan warna biru pada bodi belakang dan kepala silinder terlihat kontras dengan tangki berwarna abu-abu, dipadu biru dengan tulisan Gannet.

    Melengkapinya, suspensi pakai Ohlins depan-belakang, setang underyoke, kaliper rem Tokico dan pelek Kineo, model jari-jari tapi tubeless. Panel instrumen dibiarkan standar, berpadu dengan lampu utama model bulat.

    Mesin juga sedikit diubah, jika bawaan sudah injeksi maka motor ini diganti jadi karburator, menggunakan Keihin. Karburator ini sangat ikonik, terlebih dengan intake panjang yang jadi jodohnya.

    Tampilan Sangar Moto Guzzi V9 Bergaya Cafe Racer

    Sebagai doping, sepasang knalpot Leovince dipasang berpadu dengan header knalpot custom. Alhasil suaranya pun menggelegar. Sebuah modifikasi yang rapi dan detail.

    Tak jauh berbeda dengan bengkel modifikasi Gannet Design dan Fuhrer Moto di Swiss, builder lokal juga melakukan penggarapan terhadap Moto Guzzi V7 II Stone. Konsepnya tak mematok pola persentase genre yang ingin mereka bangun. Selama estetika terjaga, fokus di fungsionalitas hingga mampu menghadirkan sesuatu yang baru, maka itu adalah sesuatu yang baru. Motor tersebut merupakan garapan dari kolaborasi beberapa builder di Suryanation Motorland 2016 lalu. 

    "Sebelum kami memutuskan untuk pakai konsep apa di motor ini, kami terlebih dahulu membongkar motor ini. Setelah melihat beberapa konstruksinya, ada beberapa hal yang tak bisa kami ubah. Akhirnya kami putuskan ubah potongannya jadi klasik. Tapi juga tidak klasik sekali. Melainkan mengadopsi model klasik kontemporer," klaim Bimo Hendrawan yang merupakan builder yang membangun motor tersebut.
     
    Setelah mendapat gambaran umum dan konsepnya, lanjut Bimo, barulah mereka membuat timer plan dan mengerjakan sesuai dengan garis ketatnya waktu pengerjaan. Bimo menyebutkan, bahwa perubahan yang ada di motor tersebut, skalanya mencapai 80 persen.

    Moto Guzzi V7 II Stone Tinggalkan Genre Street Bike

    "Untuk perubahan, kami anggap benar-benar membangun motor ini dari awal. Hanya ada beberapa filosofi yang tidak kami ubah, termasuk spesifikasi motor, driving mode, hingga konfiguasi dan model rangka. Makanya ada beberapa hal yang terlihat sama, termasuk saat kita berada di atasnya. Posisi kaki ke footstep masih sama seperti saat motor ini belum dibangun."

    Bagian yang berubah paling signifikan dan kasat mata, sudah pasti terlihat di genre yang mereka usung. Yaitu dari genre street bike ke genre cafe racer kontemporer. Motor ini juga tentunya melalui serangkaian pengetesan baik dari sisi ketahanan komponen hingga kenyamanan motor untuk dikendarai.

    Beberapa komponen juga digunakan yang cukup stylish. Seperti model lampu utama yang terlihat sangat futuristik hingga model lampu belakang yang tak lagi terlihat kaku
     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id