modifikasi Mobil

    Menyulap Isuzu MU-X Jadi Ambulans di Sulawesi Utara

    Ekawan Raharja - 22 September 2020 14:00 WIB
    Menyulap Isuzu MU-X Jadi Ambulans di Sulawesi Utara
    Isuzu MU-X menjadi basis untuk mobil ambulans di Kepulauan Talaud Sulawesi Utara. Isuzu
    Talaud: Industri otomotif terus berjuang agar bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Sejak wabah corona merebak, daya beli masyarakat menurun, penjualan otomotif pun anjlok drastis. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, penjualan ritel otomotif nasional sepanjang Januari hingga Agustus 2020 hanya 364.034 unit atau turun 46,4% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 675.263 unit. 
     
    Salah satu cara yang ditempuh agen pemegang merek otomotif (APM) adalah menjangkau fasilitas kesehatan. Seperti yang dilakukan oleh Astra Isuzu untuk produk sport utility vehicle (SUV), MU-X 4x4 yang diubah menjadi ambulans. Ternyata, disambut pasar dengan baik. September 2020 secara bertahap mereka menyerahkan 11 unit ambulans MU-X 4x4 di sejumlah pemerintah daerah di Sulawesi Utara. Pesanan terbanyak, yakni lima unit diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud.
     
    “Sektor kesehatan adalah sektor yang tidak terlalu terdampak untuk penjualan segmen otomotif. Makanya kami melakukan penetrasi ke sektor tersebut terutama di momentum pandemi Covid-19,” tutur Kepala Wilayah Sulawesi PT Astra International Tbk - Isuzu (Astra Isuzu), Samuel Pilo, kepada wartawan, Selasa (22/9).
     
    Menyulap Isuzu MU-X Jadi Ambulans di Sulawesi Utara

    Penyerahan dilakukan Kepala Cabang Astra Isuzu Manado Elieser Roy Adung kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, dr Kerry Monangin, di sela-sela peluncuran program Public Service Center (PSC) 119 di Talaud, Senin (21/9).
     
    Roy mengatakan, pihaknya menawarkan Isuzu MU-X 4x4 untuk dijadikan ambulans kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud karena kondisi medan di wilayah itu yang cukup ekstrim untuk melayani puskesmas di pelosok-pelosok.
     
     
    Ia menjelaskan, pihaknya memang memperkenalkan keunggulan MU-X yakni keandalan mesin Isuzu MU-X 4JK1-TC Hi-Power commonrail yang sangat bertenaga tetapi irit bahan bakar, serta diakui kehandalannya di semua medan. “Tentu saja dengan adanya jaminan perawatan dari Astra Isuzu,” ujar dia.
     
    Hal itu diakui Kerry. Menurutnya, sejak awal memang menginginkan ambulans yang bisa menjangkau di segala medan, irit BBM, dan gardan ganda. Semua persyaratan itu dipenuhi Isuzu MU-X 4x4. Disebutkan, lebih dari 20 tahun, pihaknya sudah menggunakan ambulans produk Isuzu yakni Panther. Ia menjelaskan, dari lima unit ambulans MU-X 4x4 itu, sebanyak 1 unit digunakan untuk PSC 119, 1 unit untuk RSUD Talaud, 3 unit lainnya untuk melayani 21 puskesmas di Talaud. 
     
    Menyulap Isuzu MU-X Jadi Ambulans di Sulawesi Utara

    Roy melanjutkan, bagi daerah yang memiliki infrastruktur jalan belum bagus dan medannya ekstrem, peluang pasar ambulans MU-X 4x4 memang cukup menjanjikan. Apalagi BBM bisa menggunakan bio solar ataupun Pertamina DEX atau Dexlite.  
     
    Strategi untuk layanan kesehatan ini sebenarnya bukan hal baru di industri otomotif nasional. Mengingat beberapa APM sudah memainkan untuk tipe ambulans perkotaan seperti Toyota dengan HiAce, Hyundai dengan H1, Daihatsu dengan GranMax atau yang berbasis pikap sekalipun seperti Suzuki Carry. Namun persyaratan gardan ganda untuk medan ekstrim, tak banyak yang memainkannya dan ini kesempatan besar buat Isuzu.
     
     

    Penjualan Turun

    Sementara itu, Samuel Pilo mengatakan, seperti halnya kondisi nasional, kondisi pasar otomotif di Sulawesi juga mengalami penurunan. Khusus pasar SUV High, mengalami penurunan sebesar 20 persen di Sulawesi Selatan dan 12,1 persen di Sulawesi Utara. Ia berharap, dengan penetrasi di sektor kesehatan, penjualan bisa meningkat. 
     
    Berdasarkan data registrasi kepolisian (Polreg), sepanjang Januari hingga Juli 2020, penjualan otomotif nasional mencapai 383.554 unit. Angka itu turun 35 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 590.685 unit. Dari data Polreg itu, Isuzu menjadi merek dengan penurunan paling kecil ketimbang merek lainnya yakni hanya 20 persen. 
     
    Sementara itu, data Gaikindo menunjukkan adanya peningkatan penjualan ritel otomotif mulai Juni hingga Agustus 2020. Tercatat, penjualan pada Januari sebanyak 81.055 unit, lalu Februari turun menjadi 77.864 unit, Maret juga turun menjadi 60.447 unit. Kemudian, pada April anjlok menjadi 24.272 unit, Mei kembali turun menjadi 17.083 unit. Penjualan Juni merangkak naik ke 29.859 unit, kemudian Juli naik menjadi 35.799 unit, dan Agustus melonjak menjadi 37.655 unit.
     
    Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, dalam kondisi melemahnya ekonomi memang akhirnya pelaku usaha di sektor otomotif harus berpikir keras untuk mendorong kembali penjualan. Adapun untuk sektor kesehatan memang merupakan sektor yang diperkirakan akan tetap tumbuh. Jadi ada peluang industri otomotif untuk menangkap peluang pasar di tengah aktivitas industri kesehatan yang diperkirakan masih akan bergeliat ketika pandemi belum berakhir.
     
    Artinya, industri otomotif bisa menangkap peluang pengadaan kendaraan dari industri yang masih tetap perform di tengah situasi seperti sekarang. 
     
    Yusuf menilai, naiknya penjualan mobil lebih kepada sudah mulainya beberapa aktivitas ekonomi yang sempat tertunda ketika beberapa daerah melakukan PSBB. Diakui, dari indikasi ini sudah merupakan sinyal bagus.

    (ERA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id