Industri Otomotif

    Industri Custom & Modifikasi, Alternatif Penggerak Ekonomi Kreatif

    Ekawan Raharja - 31 Juli 2020 13:36 WIB
    Industri Custom & Modifikasi, Alternatif Penggerak Ekonomi Kreatif
    Pengurus Pusat IMI bertemu dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo. IMI
    Jakarta: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Bambang Soesatyo, sempat melontarkan pernyataan bahwa industri custom dan modifikasi kendaraan dapat menggerakan ekonomi kreatif. Pernyataan ini kemudian mendapatkan dukungan dari banyak pihak, salah satunya adalah Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai organisasi resmi yang mengurusi motorsport di Tanah Air.
     
    Melalui Ketua Komisi Rally dan Sprint Rally Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Rifat Sungkar, memberikan dukungan secara langsung ucapan yang dilontarkan oleh Ketua MPR RI. Menurut Rifat pernyataan tersebut  memberi angin segar bagi para pelaku industri custom dan modifikasi dalam menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi.
     
    "Bangsa Indonesia sudah lama dikenal memiliki kreativitas tinggi dalam hal seni dan kerajinan tangan, itu terlihat dari mahakarya yang ada di Indonesia. Bukti yang paling nyata adalah candi Borobudur," ucap Rifat Sungkar melalui keterangan resminya.
     
    "Karya builder dan modifikator Indonesia juga sudah diakui dunia. Banyak motor maupun mobil hasil karya tanah air menjadi best custom maupun best restoration di mancanegara."
     
    Para pekerja kreatif di Indonesia juga terus berkembang mengikuti zaman, termasuk mengiringi keberadaan industri otomotif nasional  yang salah satunya adalah industri kustom atau modifikasi otomotif. Sehingga kondisi ini bisa menjadi peluang industri custom dan modifikasi otomotif tanah air mampu menggerakkan roda perekonomian khususnya ekonomi kreatif dengan menyediakan lapangan kerja dan memberi sumber pendapatan pajak baru bagi negara.
     
    "Mungkin karena skala ekonominya dianggap belum terlalu besar maka belum mendapat perhatian yang khusus dari pemerintah. Padahal industri kustom ini sudah berkembang di semua provinsi di Indonesia," tambah Rifat lagi.
     
    Salah satu yang menjadi perhatian Rifat adalah peraturan pemerintah yang mengizinkan pengiriman motor dan mobil klasik yang ada di Indonesia ke luar negeri dan sebaliknya melarang ekspor mobil klasik kecuali replika atau kit car. Seperti diketahui, Indonesia merupakan surga bagi motor dan mobil klasik karena pada era terdahulu, Indonesia bisa dikatakan negara paling maju di Asia sehingga produk-produk otomotifnya berkualitas.
     
    "Aturan tersebut sebaiknya diubah menjadi kebalikannya. Boleh mendatangkan motor-mobil klasik dan melarang ekspor. Kalau tidak dilarang, kita bakal kehilangan heritage produk otomotif yang ada di Indonesia. Dan di saat bersamaan pemerintah mendorong ekspor hasil modifikasi kita ke luar negeri," papar pria yang gemar mengoleksi mobil klasik.
     
    Dalam rangka memajukan ekonomi kreatif nasional di bidang otomotif, khususnya custom dan modifikasi, pereli nasional ini juga memandang perlunya dukungan pemerintah dari sisi perpajakan. Program tax amnesty yang pernah dijalankan pemerintah dapat juga diberlakukan untuk industri kustom maupun modifikasi. Selama ini mobil dan motor hasil custom maupun modifikasi termasuk mobil klasik sangat kesulitan dalam hal pajak dengan berbagai alasan seperti mesin hilang, nomor body karatan dan surat-surat hilang.
     
    "Jika ada tax amnesty versi otomotif bagi mobil motor kustom, klasik dan mobil motor lainnya yang tidak ada identitasnya agar supaya diakui dan dibuat legal, maka itu merupakan potensi sumber pemasukan baru bagi negara."
     
    Sebagai perwakilan IMI, dia menyatakan dukungan dan siap menjadi jembatan komunikasi bagi semua stakeholder dalam memajukan industri custom dan modifikasi. "PP IMI dapat merangkul semua yang berkepentingan agar industri custom dan modifikasi di Indonesia dapat berkembang. Tidak hanya memberi manfaat bagi pelakunya, namun juga dapat menyerap tenaga kerja sekaligus memberi nilai tambah bagi negara," pungkasnya.

    (UDA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id